Minggu, 06 November 2011

Kutipan paragraf berikut untuk soal nomor 1 s.d. 4. Bacalah dengan saksama!

           (1) Sejak awal.pembangunan jalan kereta di Pulau Sumatera memang untuk
angkutan barang. (2) Kereta penumpang seolah hanya disisipkan pada rangkaian jadwal perjalanan kereta api. (3) Hal itu karena Sumatera bagian selatan memang kaya akan
potensi alam, seperti tambang dan hasil perkebunan. (4) Jadi, wajar bila jalan rel di Sumatera Selatan hingga Lampung dipadati kereta barang. (5)  Salah satunya adalah pengoperasian kereta batu bara rangkaian panjang (babaranjang) sebanyak 28 kereta berangkaian panjang.
1.      Ide pokok paragraf tersebut adalah ….
A.  pembangunan jalan kereta di Sumatera
B.  awal pembangunan jalan kereta di Sumatera
C.  potensi alam Sumatera Selatan
D.  fungsi  jalan kereta di Sumatera Selatan
E.   pengoperasian kereta batu bara
     
2.      Kalimat fakta dalam paragraf tersebut adalah …
A.                          (1), (2), dan (3)
B.                           (1), (3), dan (5)
C.                           (2), (3), dan (4)
D.                          (2), (4), dan (5)
E.                           (3), (4), dan (5)

3.      Simpulan kutipan tersebut adalah …
A.  Jalan kereta di Pulau Sumatera memang ditujukan untuk angkutan barang, terutama angkutan batu bara, karena Pulau Sumatera kaya akan hasil tambang dan perkebunan.
B.  Pembangunan jalan kereta di Pulau Sumatera dipadati arus lalu lintas angkutan barang dari hasil tambang batu bara dan perkebunan, terutama di wilayah Sumatera Selatan.
C.  Di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung jalur rel kereta selain untuk angkutan batu bara, juga dipadati angkutan penumpang yang membawa hasil perkebunan.
D.  Sejak awal pembangunan jalan kereta api di Pulau Sumatera memang dijadwalkan untuk angkutan barang, yaitu hasil tambang terutama batu bara, dan hasil perkebunan.
E.   Jadwal pengoperasian kereta di Pulau Sumatera khusus untuk angkutan batu bara sebanyak 28 kereta dengan rangkaian panjang dari Sumatera Selatan ke Lampung

4.      Makna kata/istilah potensi dalam paragraf tersebut adalah ….
A.  kemampuan
B.  kesanggupan
C. kekuatan
D. sumber daya
E.  pengolahan

      Bacalah paragraf berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 5 dan 6!     

       (1) Ada dua industri pengolahan ikan yang dominan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah, yaitu industri fillet dan pengeringan ikan. (2)  Selain itu terdapat pula industri-industri pengolahan limbah ikan, seperti pengolahan kulit ikan menjadi kerupuk serta industri pengeringan kepala. Duri, dan sisik ikan. (3) Kepala dan duri ikan yang berasal dari limbah fillet dikeringkan untuk kemudian digiling dan dijual ke pabrik pembuat pakan ayam. (4) Sayangnya, sisa produksi, seperti air pencuci ikan dan kotoran ikan masih terbuang secara bebas. (5) Wali Kota Tegal kini bekerja sama dengan salah satu universitas swasta di Jakarta untuk mencari rumusan penyelesaian masalah limbah ikan.

 5.      Kalimat utama paragraf tersebut adalah …
A.       (1)
B.       (2)
C.       (3)
D.       (4)
E.        (5)

6.      Kalimat sumbang pada paragraf tersebut adalah ….
A.  (1)
B.  (2)
C.  (3)
D.  (4)
E.   (5)

7.      Cermati kutipan tajuk rencana berikut!

         Rencana penyelenggaraan Liga Primer Indonesia yang dimulai Sabtu (8/1) diwarnai konflik. Dunia sepak bola direcoki berbagai kepentingan politik. Dukungan Menpora atas penyelengaraan LPI di satu pihak dan ketidaksetujuan PSSI di lain pihak menegaskan kenyataan berbagai kepentingan memperkeruh upaya pembenahan persepakbolaan.
         Sepakbola bukan hanya sekadar tendang-tendangan bola melainkan juga bertali-temali dengan segala urusan. Satu di antara penyebab kisruhnya persepakbolaan kita menyangkut pembinaan dan manajemen penanganan organisasi, sementara kemajuan persepakbolaan diukur dari kejuaraan. Terpenting dari semua syarat, bebaskan dunia tendang-tendangan bola dari ajang pertarungan kepentingan politik. Masuknya kepentingan politik mengakibatkan hilangnya keasyikan bermain dan menghapus nuansa kemanusiaan.

      Opini penulis tajuk tersebut adalah …
A.    Berbagai kepentingan memperkeruh upaya pembenahan persepakbolaan.
B.     Sepak bola bukan hanya sekadar tendang-tendangan bola di lapangan.
C.     Bebaskan dunia persepakbolaan dari ajang pertarungan kepentingan politik.
D.    Masuknya kepentingan politik mengakibatkan hilangnya keasyikan bermain.
E.     Penyebab kisruhnya persepakbolaan adalah soal pembinaan dan manajemen penanganan organisasi.

8.      Bacalah kutipan biografi berikut dengan cermat!

              Deni Purwandana adalah satu-satunya peneliti aktif komodo (Varanus komodoensis) yang sudah menghabiskan waktunya di Taman Nasional Komodo (TNK), Flores, Nusa Tenggara Timur, hampir satu dasawarsa. Lewat Komodo Survival Program, Deni bersama sejumlah rekannya bekerja sama dengan pengelola TNK, menghitung populasi komodo, meneliti ketersediaan pangan, dan kondisi lingkungan di TNK. Kemudian ia membuat rekomendasi-rekomendasi terkait kondisi faktual itu.
              Deni terlibat penelitian komodo di TNK sejak 2001 saat ia baru lulus sarjana dari  ri Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Bali. Dosennya, ahli komodo asal sal Italia, Claudio Ciofi, yang sedang menggelar penelitian di kawasan TNK, menawari
kegiatan yang murni penelitian itu. Deni menyambutnya, dan ia sama sekali tidak
mendapat gaji. Namun, ternyata ia jatuh cinta pada komodo. Penelitiannya berlanjut
dalam  waktu 1 – 3 tahun yang dibiayai donor luar negeri. Saat ini, Deni sudah menangkap
sekitar 1.000 ekor komodo untuk dijadikan objek penelitiannya.
     
      Keteladanan tokoh Deni dalam kutipan tersebut adalah …
A.       Membuat rekomendasi atas hasil penelitian.
B.       Menjadi peneliti hewan langka dan ketersediaan pangannya.
C.       Melakukan penelitian murni tanpa mendapat sponsor dana.
D.       Menjadi peneliti dan melestarikan hewan langka.
E.        Mengelola taman nasional dan menghitung populasi satwanya.

 Cermatilah tabel berikut untuk menjawab soal nomor 9 dan 10!

Jumlah Kepadatan Penduduk di Beberapa Wilayah di Indonesia


No.

Wilayah
Jumlah penduduk (jiwa)
Luas wilayah (km2)
Kepadatan penduduk
(jiwa per km2)
1
DKI Jakarta (2010)
9.588.198
662,33
14.476
2
Bandung (2010)
2.417.584
167,67
        14.418,7
3
Kota Yogyakarta (2010)
   388.088
  32,50
11.941
4
Bekasi (2010)
2.336.498
210,49
11.100
5
Semarang (2009)
2.902.507
326,37
8.893
6
Surabaya (2008)
2.861.928
333,06
8.593
7
Medan (2010)
2.109.339
265,10
7.957
8
Palembang (2009)
1.438.938
  3.847,12
  374

9.      Pernyataan yang tepat atas isi tabel tersebut adalah …
A.       Jumlah penduduk Indonesia terbanyak berada di wilayah Bandung.
B.       Kepadatan penduduk terkecil terjadi di wilayah  Kota Yogyakarta.
C.       Jumlah penduduk paling sedikit terdapat di Surabaya.
D.       Jumlah penduduk di kota Medan seimbang dengan di DKI Jakarta.
E.        Wilayah dengan jumlah penduduk terpadat adalah DKI Jakarta.

10.      Simpulan dari tabel tersebut adalah …
A.  Meski Palembang memiliki luas wilayah terbesar, tetapi jumlah  penduduknya paling banyak.
B.  Semarang dan Surabaya memiliki luas wilayah, jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk berimbang.
C.  DKI Jakarta adalah wilayah dengan jumlah penduduk terbesar meski wilayahnya paling kecil.
D.  Kota Medan merupakan kota dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang seimbang.
E.   Jumlah kepadatan penduduk di Indonesia sejak tahun 2008 sampai 2010 mengalami perubahan besar.

  Bacalah kutipan Hikayat Sastra Melayu Klasik berikut ini dengan saksama!
  Kutipan untuk soal nomor 11 s.d. 13.

         Maka titah raja Hindustan, “Ada dua ular kakanda lihat dalam perburuan kakanda. Pada hati kakanda, akan ular betina itu berbuat jahat juga dengan ular jantan itu, karena ular jantan itu lain bangsanya juga, bukan lakinya, karena sangat bersalahan rupanya. Sedang ular lagi berbuat jahat fi’ilnya, menduakan suaminya, istimewa konon manusia.”
        Maka kata permaisuri, “Apatah kakanda kata yang demikian itu? Kalau ular pun ada yang baik, ada yang jahat; akan manusia pun demikian, ada yang celaka, ada yang baik. Akan hamba ini, jikalau hamba ini berbuat khianat kepada tuan hamba, tuan bunuhlah hamba.”
        Maka segala kata-kata raja itu semuanya didengar oleh raja ular. Maka ia pun berpikir di dalam hatinya, “Nyaris raja ini mati olehku, sebab mendengar kata orang yang durjana.”
        Setelah sudah, maka raja itu pun lalu masuk ke peraduan. Maka raja ular itu pun dari dalam tabak bunga itu, lalu masuk ke peraduan baginda. Setelah dilihat raja itu seekor ular datang, maka raja pun segera mengambil pedangnya.


11.      Isi kutipan tersebut menceritakan tentang …
A.   Raja Hindustan yang membunuh sepasang ular yang sedang bercintaan.
B.   Permaisuri Raja Hindustan yang bijak dan arif dalam memandang kehidupan.
C.  Raja ular yang ingin membunuh Raja Hindustan karena termakan hasutan istrinya.
D.  Kemarahan raja ular atas aduan istrinya tentang perbuatan Raja Hindustan.
E.   Raja Hindustan bercerita tentang sepasang ular yang berkhianat.

12.   Hal yang mustahil dalam kutipan tersebut adalah …

A.  Menyamakan bahwa baik hewan atau manusia itu sama, ada yang baik dan ada yang buruk.

B.   Manusia mengetahui baik jahatnya hewan dari wajah atau bentuk tubuh hewan tersebut.

C.   Pendapat bahwa jika hewan saja bisa berkhianat, apalagi manusia.

D.   Seekor ular masuk ke dalam kamar tidur dengan tidak diketahui seorangpun.

E.    Nyaris membunuh seseorang karena mendapat laporan palsu.



13.      Amanat yang terdapat dalam kutipan cerita Melayu Klasik tersebut adalah …

A.                          Jangan terburu nafsu dalam melakukan suatu tindakan.

B.                           Jangan mudah percaya kepada kata-kata orang lain yang tak dikenal.

C.                           Selidiki  dulu kebenaran suatu peristiwa sebelum menentukan langkah.

D.                          Berilah hukuman yang setimpal kepada setiap perbuatan jahat.

E.                           Jadilah istri atau suami yang bijaksana, jujur, dan setia seperti Raja Hindustan.


  Bacalah kutipan Hikayat Sastra Melayu Klasik berikut ini dengan saksama!
  Kutipan untuk mengerjakan soal nomor 14 dan 15.

        Setelah raja mendengar sembah orang itu, maka titah raja, “Apa rahsia kamu hendak persembahkan itu, katakanlah aku dengar, karena engkau hambaku.”
        Maka sembah orang itu, “ Ya, Tuanku Syah Alam! Adapun sekarang ini patik lihat serta dengar kabar yang syah bukan konon dikarang, adapun paduka adinda banyak mengasihi orang jahat-jahat pekerti dan segala pegawai dan pertuanan banyak yang kasih akan paduka adinda. Maka sediakala ada musyawarat dengan segala orang jahat dan segala pegawai dan pertuanan yang jahat-jahat, senantiasa hendak membuangkan duli yang dipertuan. Maka paduka adinda itu hendak dirajakannya.”
        Demi baginda mendengar sembah petenah orang itu, maka baginda pun terlalu amat marah akan adinda Raja Muda itu, serta bertitah memanggil bentara Tun Tuah. Maka bentara Tun Tuah pun segera datang menghadap. Belum sempat duduk, maka titah Raja Melaka, “Hai bentara, segera buang si Jaya Nantaka itu. Demi Allah, tiada aku melihat mukanya lagi!”
                                                                                     (Hikayat Hang Tuah)  

3.      Mengapa Raja Melaka sangat marah kepada adiknya?
A.                          Karena ada yang memberitahukan sebuah rahasia.
B.                           Karena raja percaya bahwa adiknya akan merebut tahtanya.
C.                           Karena adiknya banyak dikasihi orang dan pegawai kerajaan.
D.                          Karena adiknya bersekongkol dengan segala orang jahat.
E.                           Karena  adiknya memfitnah dan akan menggulingkannya.

4.      Bagaimana sikap Raja Melaka terhadap laporan hambanya?
A.                          Meminta agar si hamba menceritakan semuanya dengan jujur.
B.                           Meminta si hamba untuk mempersembahkan rahasianya.
C.                           Segera memanggil bentara Tun Tuah dan anak buahnya.
D.                          Memerintahkan kepada Tun Tuah untuk membunuh adiknya.
E.                           Tidak mau lagi melihat wajah adiknya, Jaya Nantaka.

5.      Hadirin yang terhormat,
Baru saja kita mendengar pengumuman dewan juri tentang para pemenang dan saya juga mengharapkan kepada peserta  yang belum memperoleh kemenangan untuk terus berkarya.
. . . .
Isi sambutan pidato tersebut yaitu . . . .
A.    Pengumuman dewan juri tentang para pemenang lomba.
B.     Ucapan selamat kepada para pemenang lomba.
C.     Ucapan selamat kepada pemenang dan harapan pada peserta yang belum menang  untuk terus berkarya.
D.    Harapan kepada peserta yang belum memperoleh kemenangan untuk terus berkarya.
E.     Ucapan selamat dari dewan juri dan harapan bagi para pemenang agar tidak terlena dengan kemenangan itu.






Kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 17 s.d. 19.
Bacalah dengan saksama!

          “Gang Langgar?” Lelaki setengah umur ini meminjam catatan alamat yang dipegang oleh Atun itu dan mengejanya pelan. “Tardi dengan alamat Haji Rahim. … Lho? Saya bukan Haji Rahim, nama saya Sofyan.”
         Pandangan geli orang-orang sekitarnya membuat Atun berciut hati. Kopor dan
 tas plastik besar diangkatnya lagi.
         “Ooo … saya tahu alamat yang dimaksud!” Tiba-tiba Pak Sofyan berseru keras. “Haji Rahim pengusaha mebel itu dulu memang tinggal di daerah sini, tapi waktu itu Kelurahan Kebon Bambu masih kampung. Betul juga kalau dia tinggal di Gang
Langgar. Persis seberang rumahnya ada langgar. Toko kayunya besar, perusahaan mebelnya maju. Di halaman belakang dibangun banyak rumah petak buat tempat   tinggal karyawan-karyawannya. Bisa jadi suamimu memang tinggal di situ. Tapi itu dulu, sebelum kebakaran besar tahun lalu. Gara-gara kebakaran itu rumah Haji
Rahim boleh dibilang rata sama dengan tanah. Puluhan mebel habis, persediaan kayu ludes seluruhnya. Akhirnya satu kelurahan dibongkar semuanya buat dibangun  
sekalian jadi rumah susun yang sekarang ini. Ada yang tetap tinggal di penampungan sampai rumah susun selesai berdiri, tapi banyak juga yang pindah karena kehabisan
duit buat bayar cicilan. Haji Rahim nggak tahu pindah ke mana.”
       Harapan Atun pupus sudah. Ia tak tahu mesti ke mana lagi.
                                                (Perjalanan Dua Pencari Alamat, Jujur Prananto)

6.      Tujuan pengarang dalam kutipan cerita tersebut adalah …
A.  Memperingatkan agar kita tidak terburu-buru membaca alamat orang yang tak dikenal.
B.  Mengingatkan agar kita jangan mengecilkan hati orang yang sedang mencari alamat rumah.
C.  Mengimbau agar kita membantu seseorang  mencarikan keluarga atau sanak saudaranya yang hilang.
D.  Menginformasikan bahwa sebuah permukiman yang ludes terbakar kemudian di tempat itu akan didirikan rumah susun.
E.   Menjelaskan bahwa tidak mudah mencari alamat seseorang di kota besar jika alamatnya tidak jelas dan lengkap.

7.      Peristiwa logis yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
A.       Orang-orang merasa geli melihat orang lain yang kebingungan mencari alamat seseorang.
B.       Meminjam catatan alamat untuk memastikan dan membantu menemukan orang hilang.
C.       Membawa kopor dan tas plastik besar waktu mencari seseorang atau keluarga.
D.       Membangun rumah petak untuk tempat tinggal karyawan  perusahaan.
E.        Satu kelurahan dibongkar untuk kemudian dibangun rumah susun.

8.      Peristiwa yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari adalah …
A.       Mencari alamat seseorang tetapi tidak jelas nama dan alamatnya.
B.       Nama jalan disesuaikan dengan sesuatu yang ada di jalan itu.
C.       Berkerumun dan memandang geli kepada orang yang sedang mencari alamat.
D.       Datang ke kota dari kampung dengan membawa kopor dan tas plastik besar.
E.        Perubahan yang sangat pesat dari sebuah kampung menjadi kota.

9.      Ada dua sarana pendidikan, yaitu pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Pendidikan formal memiliki standar kurikulum yang sudah ditentukan oleh pemerintah, seperti SD, SMP, MSA/SMK, dan lain sebagainya.  Pendidikan nonformal yang lebih dikenal dengan pendidikan luar sekolah seperti kursus-kursus, biasanya menyusun kurikulum sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan lembaga yang bersangkutan.
Paragraf di atas merupakan paragraf yang berpola....
A.    Deduktif          B. Induktif      C. Campuran               D. Deskripsi                E. Narasi









10.  Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
     
      (1) “Aku akan mengatakan dengan bahasa anak-anak. Menggali ilmu bukan semata untuk mencari uang, melainkan ibadah setiap manusia.”
      (2) “Nur, aku bisa melihat kegelisahan di matamu. Ada apa, sih? Sebagai perempuan, aku mau sederhana saja, yaitu menjadi ibu. Tidak seperti engkau. Benar juga kata teman-teman, seharusnya engkau menjadi penyair.”
      (3) Nurhayati diam saja. Kadang, dia tak bisa bicara dengan Khotijah (teman dekatnya). Ada kesedihan. Ada kesedihan yang tak bisa dibagi dan harus disimpan. (4) Namun, menjadi guru di perkampungan nelayan itu, bisa jadi bapaknya tidak setuju. Karena, bapaknya lebih suka melihatnya menjadi karyawan bank yang setiap pagi seperti kupu-kupu cantik, bergaji lumayan dengan seragam banknya, dan bau parfum yang mengembang. (5) Apalagi honor guru TK di sana sangat kecil, yang tak pernah cukup untuk ongkos transportasi.

      Kalimat yang menyatakan bahwa Nurhayati memiliki pendirian dan watak yang tegas adalah …
A.       (1)
B.       (2)
C.       (3)
D.       (4)
E.        (5)

Bacalah kutipan puisi berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 21 dan 22!

                 SAJADAH PANJANG

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
           Diselingi sekedar interupsi

Mencari rezeki, mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara azan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud dan tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya

                                   (Taufik Ismail)

                            
21. Makna lambang kata sajadah dalam puisi tersebut adalah ….
      A. kain untuk alas bersujud
      B. kehidupan di dunia
      C. waktu untuk beribadah
      D. tempat untuk salat
      E. kesempatan beramal

22.  Maksud puisi tersebut adalah …
A.                          Ada sajadah yang panjang terbentang dari kita lahir sampai mati.
B.                           Dalam hidup seorang hamba di samping bekerja juga mencari ilmu.
C.                           Seorang hamba Tuhan selalu sujud dan tunduk kepada Tuhannya.
D.                          Sejak lahir hingga mati seorang hamba selalu tunduk pada perintah-Nya.
E.                           Bekerja dan mencari ilmu adalah selingan dalam hidup.

23.  Cermatilah kutipan esai berikut!

        Mengapa puisi-puisi Indonesia terkini menjadi asing dan aneh, juga rumit dan membingungkan? Menurut Gus Tf, pertama kita kurang mau menyediakan waktu untuk melakukan studi tentang pergulatan kepenyairan para penyair terdahulu. Kedua, kita tak mampu menahan diri untuk tidak melakukan perubahan sehingga kita menjadi budak dari perbedaan dan cenderung mengutamakan keanehan. Ketiga, belakangan ini kita terlalu terpesona pada postmodernisme, sehingga kepercayaan pada kemajemukan dan kekuatan individu, telah membuat kita lepas kendali, terlalu permisif, mensahkan apa pun yang masing-masing kita lakukan, bahkan untuk sesuatu yang bisa disebut sebagai main-main.

      Isi kutipan tersebut adalah …
A.      Menjelaskan mengapa puisi Indonesia sekarang terasa aneh, asing, rumit, dan membingungkan.
B.       Menjelaskan mengapa puisi Gus Tf terasa aneh, rumit, dan membingungkan.
C.       Menginformasikan penyebab kita tidak mau belajar tentang kepenyairan.
D.                               Mengimbau agar kita  menahan diri untuk tidak selalu melakukan perubahan.
E.        Mengingatkan agar kita jangan terlalu terbuai pada postmodernisme.

       Kutipan drama berikut untuk menjawab soal nomor 24 dan 25.
       Bacalah dengan saksama!

                                                      JOCASTA
Bencana! Bencana!
Kenapa para pangeran lantang bicara?
Di manakah rasa malunya?
                       Negara sedang menderita, kenapa pemimpinnya
saling berperang?
Soal pribadi tak perlu diulur rentang.
Paduka Raja, marilah pulang.
Dan kau, Creon, pergilah sekarang.
Soal kecil tak usah diperpanjang.

CREON
Tetapi saudariku, Oidipus suamimu, menuntutku.
Aku harus dibuang atau dipenggal pedang.

OIDIPUS
Ya, memang begitu, isteriku.
Ia sedang bersekutu, berniat menggulingkan tahtaku.

                                                                   (Oidipus Sang Raja, Rendra)

24. Masalah yang muncul dalam kutipan tersebut adalah …
A.                          Oidipus menuduh Creon bersekutu menggulingkan tahta kerajaan.
B.                           Kepanikan Jocasta karena ada bencana di kerajaan.
C.                           Jocasta bingung karena para pemimpin kerajaan saling berperang.
D.                          Persoalan pribadi Raja Oidipus yang berkepanjangan.
E.                           Oidipus menuntut agar Creon dibuang dan dihukum penggal.

25. Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah …
      A.  Hukumlah orang yang diketahui akan menggulingkan tahta kerajaan.
      B.  Pikirkan dan selidiki lebih dulu sebelum menjatuhkan dakwaan.
      C.  Para pemimpin jangan saling mencurigai, menuduh, dan berperang.
      D.  Soal kecil dan pribadi jangan diperpanjang hingga saling bunuh.
      E.  Jika ingin merebut kedudukan hendaklah bersekutu dengan orang lain.

26.Berikut ini merupakan paragraf yang berfola induktif....
A. komputer dapat dijadikan alat hiburan. Banyak komputer yang dilengkapi oleh fasilitas gambar tiga dimensi dan tata suara yang memukau. Hal ini sejalan dengan perkembangan internet. Oleh karena itu, beberapa komputer kini dirancang dengan mutu dan fungsi yang semakin meningkat sesuai dengan aflikasinya.

B.   Kondisi kebun binatang Satwa Jurug, Solo, kian memprihatinkan. Koleksi satwa di objek wisata tepian Bengawan Solo itu banyak yang tidak terawat. Kondisi binatang di sana tampak kurus-kurus. Kemarin seekor komodo bantuan presiden yang tergolong hewan favorit pengunjung mati.
C.   Mencari dasar baru yang yang kekal, aman dan pasti, bukan perkara kecil. Satu langkah ke depan dalam hal ini sulit sekali. Sebaliknya, satu langkah ke belakang tanpa kita sadari mudah terjadi. Oleh karena itu, sring kita terjebak langkah mundur, seperti yang sedang kita alami saat ini.
D.   Tanaman perlu perawatan. Merawat tanaman dapat dilakukan dengan cara memberi pupuk, menyirami setiap hari, dan menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhannya. Apabila hal ini dilakukan sungguh-sungguh, tanaman akan tumbuh subur dang menghailkan buah yang baik dan bermutu tinggi.
E.   Ekspedisi Pulau Moyo merupakan ekspedisi kelautan pertama yang dilakukan orang-orang Indonsia. Sebelumnya, tahun 1984, memang pernah digelar ekspedisi serupa dengan nama Senellius II. Akan tetapi, ekspedisi yang melibatkan sekitar 450 orang ahli dan teknisi ini dilaksanakan bersama ahli-ahli kelautan dari Belanda.

27. Cermatilah paragraf  berikut!
Buku ini sangat baik dibaca oleh politisi maupun umat Islam. Karena buku ini dibaca tidak semata-mata memaparkan konsep-konsep politik Islam secara teoritis, tetapi juga dijiwai oleh sebuah pengalaman aktivitas dakwah politik penulis yang sangat luas.
Bagian resensi di atas mengungkapkan ....
A.    Identitas buku
B.     Latar belakang
C.     Sinopsis buku
D.    Gaya pengarang
E.     Nilai buku
    
28.  Cermatilah paragraf berikut!
Siswa  SMA Negeri 83 akan melaksanakan kegiatan bakti sosial yang berupa penggalangan dana untuk panti asuhan. Proposal kegiatan itu telah disusun untuk dibahas bersama sebelum diajukan kepada kepala sekolah dan pihak-pihak lain guna mendapatkan persetujuan dan bantuan. Dalam proposal tersebut memuat (a) latar belakang dan dasar pemikiran, (b) jenis kegiatan, (c) anggaran/pembiayaan, (d) waktu dan tempat pelaksanaan, dan (e) susunan panitia.
Bagian yang belum tercantum dalam proposal tersebut adalah ....
A.    Nama panti asuhan yang akan diberi bantuan.
B.     Maksud dan tujuan kegiatan.
C.    Nema siswa yang pertama kali mempunyai ide untuk menyelenggarakan bakti sosial.
D.    Pembagian tugas setiap siswa dalam penyelenggaraan bakti sosial.
E.     Bentuk kegiatan persiapan yang telah dilakukan dalam rangka penyelenggaraan bakti sosial.
29.  Cermatilah paragraf berikut!
Sistem transportasi massal seperti kereta api sangat dibutuhkan keberadaannya  di kota besar seperti Jakarta. Pembangunan sistem ini sebenarnya sudah direncanakan dengan dibangunnya sistem jaringan kereta api bawah tanah. Tingkat yang berada di atasnya dapat dimanfaatkan untuk jalan, pertokoan, atau fasilitas lainnya.
Ide pokok artikel tersebut adalah ....
A.       Kereta api merupakan sarana transportasi massal yang sangat dibutuhkan di kota besar.
B.       Kereta api bawah tanah menghemat pemanfaatan lahan.
C.       Kereta api bawah tanah menunjang kota-kota besar.
D.       Kereta api bawah tanah menunjang teknologi modern.
E.        Kereta api bawah tanah merupakan sistem transportasi yang paling cocok di Indonesia.    
30.  Cermatilah paragraf deskripsi rumpang berikut!
 Kamar Sherlyta yang lumayan luas tertata dengan rapi. Sebuah tempat tidur kayu jati lengkap dengan sprei dan bedcover  yang berwarna pastel membuat keindahan kamar. Meja rias dengan kaca besar dan alat-alat tatarias yang tersusun rapi ditempatkan di sisi kiri tempat tidur. .… . Lemari itu  biasa digunakan Sherlyta untuk menaruh pakaian dan menyimpan perhiasan berharga kesayangannya.
 Kalimat yang tepat melengkapi paragraf tersebut adalah . . .
A.  Sebuah lemari diletakkan di pinggir tempat tidur.
B.  Sebuah lemari ditempatkan di sisi kanan tempat tidur.
C.  Sebuah lemari ditempatkan di depan tempat tidur.
D.  Sebuah lemari tergeletak di luar kamar depan.
E.   Sebuah lemari diletakkan di ruang sebelah kamar.

31. Cermatilah penggalan resensi berikut!
Buku ini merupakan sumbangsih penulis, Maya Shafira Muchtar, seorang holistis therapis di Jakarta dan ketua umum National Integration Movement, untuk mengobarkan semangat kebangsaan dalam diri anak-anak negeri.
Isi petikan resensi buku di atas menulis mengenai...
A.          Keunggulan buku      
B.           B.tujuan penulisan buku       
C.           Tujuan penulis resensi
D.          Kelemahan tema
E.            Keunggulan kepengaranan.

32. Sepeninggal ibunya, Malin Kundang segera bertolak meninggalkan pelabuhan yang disinggahinya itu. Namun, tak lama kemudian dengan tak disangka-sangka, kapal yang dinaikinya diterjang badai yang menenggelamkan kapal tersebut dan menewaskan Malin Kundang.
          Pesan moral yang dikandung dalam kutipan dongeng di atas adalah ....
  1. Hormatilah orang tuamu.
  2. Janganlah melupakan jasa orang tua.
  3. Jenguklah orang tuamu.
  4. Jangan bersikap kasar terhadap orang tua.
  5. Janganlah mengutuk orang.

33.  Cermatilah paragraf generalisasi rumpang berikut!
Memperingati HUT ke-17 sekolah kami mengadakan berbagai kegiatan lomba dan mendapat penilaian dari guru yang ditunjuk sebagi panitia. Dalam acara lomba kebersihan antarkelas, kelas 3 IPS A meraih juara pertama. Begitu pula dalam lomba olahraga kelas 3 IPS A memeroleh juara pertama. Selanjutnya, dalam lomba band antarkelas  3 IPS A mendapat juara pertama.  . . . 

Kalimat simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah . . .
A.  Jadi, siswa kelas 3 IPS A layak mendapat hadiah.
B.   Jadi,  siswa kelas 3 IPS A perlu diikutkan lomba antarsekolah.
C.   Dengan demikian, siswa kelas 3 IPS A wajar mendapat ancungan jempol.
D.  Dengan demikian, siswa kelas 3 IPS A menjadi juara umum.
E.   Oleh karena itu, siswa kelas 3 IPS A patut diberi piala.

34.  Bacalah paragraf sebab akibat berikut dengan seksama!
   Harga barang dan kebutuhan pokok lainnya melonjak tinggi. Kenaikan harga-harga tersebut mencapai dua kali lipat dari harga semula. Beberapa warung makan gulung tikar dan sebagian yang lain menaikkan harga dagangannya. ...
       Kalimat yang tepat untuk mengakhiri paragraf di atas adalah ...
A.  Jadi, setiap harga minyak naik selalu harga barang naik.
B.  Akibatnya, harga barang menjadi tinggi pula.
C.  Akibatnya,  rakyat mengeluh dan semakin sengsara.
D.  Makanya, ongkos biaya hidup anak kos bertambah mahal.
E.   Jadi, biaya transportasi pun ikut naik.

35.  ....  perusahaan kaos sport dengan mempergunakan tenaga kerja berpengalaman dan mesin yang modern memberikan jaminan mutu atas kaus keluaran pabrik kami. Sebagai bahan pertimbangan, kami lampirkan daftar harga berikut. ....
       Kalimat di atas merupakan bagian surat ....
A.    Klaim            
B.     Penawaran                 
C.     Permintaan                
D.    Kuasa            
E. Kontrak



36.  Cermatilah paragraf narasi rumpang berikut!
Ujian tertulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2011 akan dilaksanakan serentak pada 31 Mei dan 1 Juni 2011. Selain seleksi masuk melalui ujian tertulis, ada pula jalur undangan yang dulu bernama penelusuran minat dan kemampuan. Sebanyak enam puluh  perguruan tinggi negeri akan menerima mahasiswa baru melalui jalur undangan.  “Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur ini berdasarkan prestasi akademik dengan melihat nilai rapor dan prestasi-prestasi lain, termasuk nilai ujian nasional”,  kata Ketua Umum Panitia SNMPTN , Herry Suhardiyanto,  kepada wartawan, Rabu (12/1), di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.  Karena ujian nasional (UN) menjadi pertimbangan,  . . .   .
Pernyataan yang tepat untuk melanjutkan kalimat tersebut adalah . . .
A.  siswa yang tidak lulus harus mengikuti ujian tahun depan karena tidak ada ujian
     ulang
B.   mereka yang tidak lulus dapat mengikuti ujian nasional paket C pada bulan Juni   
     mendatang
C.   siswa yang tidak lulus UN akan kehilangan kesempatannya meski sudah mendapat
     undangan
D.  bagi yang tidak lulus  UN dapat mengikuti ujian pada mata pelajaran yang tidak
     lulus saja
E.   siswa yang tidak lulus dapat mendaftar SNMPTN dengan menunjukkan surat
     keterangan
37. Cermatilah  kalimat-kalimat berikut!
(1)      Membuat ringkasan dan membuat karangan merupakan dua sejawat yang berhubungan erat.
(2)      .  .  . 
(3)      Analisis dan sintesis dengan sendirinya bergayutan.
(4)        Setelah menganalisis, orang akan membuat sintesis.
(5)     Untuk meringkas bacaan, kita harus menafsirkan isinya, menguraikan unsur-unsurnya, memisahkan pikiran-pikiran utamanya dan penjelasnya (kerja analitis), kemudian membuat rekonstruksi kerangka bacaan dan menyusun ringkasannya (kerja sintesis).

 Kalimat yang  tepat untuk melengkapi bagian rumpang  tersebut adalah . . .
A.       Membuat ringkasan memerlukan keterampilan tersendiri.
B.       Membuat karangan harus dianalisis lebih dahulu.
C.                   Menyusun karangan melibatkan kerja analitis dan kerja sintesis.
D.                  Sebelum mengarang terlebih dahulu membuat kerangka karangan.
E.                   Sebelum mengarang, kumpulkanlah data sebanyak-banyaknya dan dianalitis.
 
38. Cermatilah penggalan pidato rumpang berikut!
Hadirin yang saya hormati!
Assalamualaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena berkat dan rahmat-Nya, kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-82. Ikrar dari berbagai perkumpulan pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yaitu bertanah air satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
. . . 
Kalimat persuasif yang paling tepat melengkapi paragraf tersebut adalah . . .
A.  Mari kita berkumpul di tempat ini dalam memperingati Sumpah Pemuda.
B.  Hendaknya  kita ikrarkan Sumpah Pemuda di hati kita masing-masing sepanjang
     masa.
C.  Mari kita renungkan kembali baik-baik mengenai makna Sumpah Pemuda.
D.  Seharusnya kita menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-
     hari.
E.   Sebaiknya sumpah pemuda diperingati setiap tahun oleh segenap bangsa Indonesia.






39. Cermatilah topik karya tulis berikut!
      Topik : Melestarikan budaya bangsa melalui kegiatan festival tarian daerah
      Latar belakang yang sesuai dengan topik tersebut adalah . . .
A.      Generasi muda bangsa Indonesia sudah sepantasnya mengerti dan memahami budaya bangsa. Menyerap budaya asing boleh saja. Namun, kaum muda juga tahu akan budaya bangsa.
B.       Kegiatan festival tari daerah dapat diadakan setahun sekali. Dengan cara ini, tarian daerah akan lebih dikenal oleh masyarakat.
C.       Gagasan mengadakan festival tari daerah timbul karena tarian daerah bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan kebudayaan nasional.
D.      Tarian daerah yang merupakan aset bangsa sudah semakin dilupakan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan yang akan mengangkat kembali budaya daerah, khususnya tarian.
E.       Generasi muda jangan hanya peduli akan budaya asing yang masuk di Indonesia. Akan lebih baik jika mereka juga peduli akan kebudayaan bangsa sendiri.

40. Cermatilah kalimat berikut!
Meskipun Indonesia merupakan negara pengekspor minyak bumi, tetapi pemerintah merasa berkewajiban untuk melaksanakan program hemat energi sejak tahun 2000.
Perbaikan yang tepat untuk kalimat di atas adalah ….
A.  menghilangkan kata tetapi
B.   memberikan tanda koma (,) sesudah meskipun
C.   menghilangkan tanda koma (,) sesudah bumi
D.  menghilangkan kata untuk
E.   mengganti kata sejak dengan dari

41. Cermati kutipan karya tulis berikut!
Data yang digunakan untuk menjawab semua permasalahan yang ada dalam penelitian ini dapat dipilah menjadi dua, yaitu data utama dan data penunjang.
     Agar menjadi kalimat efektif,  kalimat tersebut diperbaiki menjadi . . .
A.    Data yang ada dalam penelitian ini sebaiknya harus dipilah menjadi dua, yaitu data utama dan data penunjang.
  1. Data untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini dapat dipilah menjadi dua, yaitu data utama dan data penunjang.
  2. Data yang digunakan dalam penelitian ini dapat dipilah menjadi dua, yaitu data utama dan data penunjang.
  3. Data ada dua kelompok, yakni data utama dan data penunjang yang digunakan dalam memecahkan masalah ini.
  4. Data untuk menjawab semua permasalahan yang ada dalam penelitian ini terdapat dua jenis, yakni utama dan penunjang.

42.  Cermatilah judul karya tulis berikut!
              sumber energi listrik kini dan masa yang akan datang
Penulisan judul karya tulis tersebut yang tepat adalah . . . .
A. SUMBER ENERGI LISTRIK KINI dan MASA yang AKAN DATANG
B. SUMBER ENERGI LISTRIK KINI dan MASA yang akan  DATANG
C. SUMBER ENERGI LISTRIK KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG
D. Sumber Energi Listrik Kini Dan Masa Yang Akan Datang
E. SUMBER ENERGI LISTRIK kini dan masa yang akan  datang

43.  Bacalah iklan berikut!
Kendati novel ini mengandung pujian dari banyak pihak, ada beberapa catatan penting yang dapat kita ajukan pada pengarang. Logiskah memimpikan Indonesia, sekitar 10-15 tahun lagi dapat menguasai sains dan teknologi canggih semacam zero poin energi, aplikasi grafitasi artifisial, dan sebagainya seperti yang digambarkan dalam kisah Area X, sementara negara maju seperti Amerika Serikat pun belum tentu mampu merealisasikannya dalam 50 tahun ke depan.
Penggalan resensi di atas menunjukkan bagian ....
A.    ringkasan isi novel
B.     keunggulan novel
C.     kelemahan isi novel
D.    ulasan unsur tema
E.     ulasan mengenai bahasa yang digunakan pengarang.




44.  Cermati kutipan resensi berikut!

Buku Bidadari yang Mengembara  merupakan kumpulan cerpen pertama A.S. Laksana. Bukunya yang lain adalah Podium DeTIK, kumpulan kolom yang ditulisnya setiap pekan di Tabloid berita mingguan DeTIK (dibredel pada tahun 1994). Dalam cerpen pertamanya yang Menggambar Ayah, mengisahkan tentang seorang anak yang tidak tahu menahu asal usul keluarganya. Ia mempertanyakan mengapa ibunya sangat membencinya. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah anak pungut. Namun ternyata, ia terlahir tanpa ayah. Itulah yang membuat ibunya sangat membencinya. Ia sangat mempertanyakan kejadian ini. Mengapa karena hal itu, ibu yang sangat ia cintai dan ia rindukan itu membencinya. Cerita yang dimuat di Kompas tahun 1997 ini sangatlah menarik. Dengan menggunakan bahasa yang penuh makna di beberapa kalimat.

Pernyataan yang merujuk pada keunggulan buku dalam kutipan resensi di atas adalah ...
A.  Peristiwa dalam cerita mengungkap refleksi kehidupan dalam keluarga.
B.   Cerita ini mengungkap penyadaran makna nilai-nilai kehidupan.
C.   Penyajian cerita serasa hidup dan dapat dirasakan sebagai kehidupan nyata.
D.  Pengarang menggunakan kalimat yang bermakna bagi pembacanya.
E.   Buku tersebut merupakan kumpulan cerpen pertama A.S. Laksana yang sangat menarik .
45.  Cermatilah puisi rumpang berikut!
Daun-daun Gugur Lagi
. . .
melebihi guntur siang hari, ada pekik burung-burung nazar
ada tangis murai beriuhan, dan ada kegirisan terkurung
daun-daun itu gugur, daun-daun itu gugur lagi
rebah ke pangkuan pertiwi yang belum henti membalut luka
kemudian berjuta-juta perjuangan bergelora
seakan tak akan dihentikan

      Kalimat bermajas yang tepat mengawali puisi tersebut adalah . . .   
A.    Daun-daun berguguran dari pepohonan
B.     Deburan air mengalir deras
C.     Banjir membasahi bumi
D.    Lahar dingin mengalir deras
E.     Bumi kembali menangis saat letusan itu muntah

46.  Cermatilah teks drama rumpang berikut!
          Masih Ada Hari Esok
Tampak Adinda serius sekali berlatih. la membaca puisi "Aku" karya Chairil Anwar.
Setelah itu ia pun membaca karya-karyanya sendiri.
Ucok    : "Yaah, kok aneh-aneh terus? Ucok nyeletuk.
Anton  :  .  .  . . Anton ikut-ikutan.
Raka    :  "Pssst! "Raka memelototi keduanya. "Jangan gaduh. Nanti konsentrasinya terganggu."
Ucok   : "Tetapi, kok, dia jadi diam, sih?" Ucok keheranan.
Anton  : "Iya, ya seperti Bengong !"  
 Raka   :  "Jangan-jangan ..." Raka pun jadi khawatir.
Adinda : "Oh, Tuhan," keluh Adinda lirih sebelum tubuhnya ambruk menimpa tanaman bayam.

Kalimat yang tepat melengkapi bagian rumpang  tersebut adalah . . .
A.  "Iya ya.... apanya sih yang aneh?"
B.  “Memang dia suka ngelamun?
C.  “Siapa yang suka begitu?”
D.  “ Mengapa dia membaca karyanya?”
E.   “ Jangan ... jangan dia marah padamu?”






47.  Cermatilah wacana berikut!
           Yang pantas untuk digarisbawahi dari cerpen ini adalah upaya pencerita  “mempermainkan“ dugaan atau pikiran pembaca. Lewat penataan peristiwa, pencerita menghadirkan kejutan – kejutan. Ketika pencerita melukiskan seorang tokoh yang berada di deretan loket setelah menerima uang dan pergi dari situ, kira – kira yang terlintas pada pikiran pembaca adalah bahwa uang yang dibayarkan kepadanya kurang.
                     Kalimat kritik yang sesuai dengan pernyataan di atas …
A.  Bahasa yang digunakan oleh pencerita bertele-tele.
B.  Bahasa yang digunakan oleh pencerita sulit dipahami.
C.  Bahasa yang digunakan oleh pencerita banyak yang klise.
D.  Bahasa yang digunakan oleh pencerita mudah dipahami.
E.   Bahasa yang digunakan oleh pencerita banyak istilah.
                                                             
48.Cermatilah penggalan surat undangan di bawah ini!

Yth. Pengurus OSIS SMA Milenium Jalan Kartini 20 Surabaya

Dengan hormat,
Kami mengharapkan kehadiran rekan-rekan pada
hari/tanggal : Sabtu, 22 Januari 2011
waktu pukul : 08.00 s.d. 12.00
tempat : ruang rapat
acara : pemantapan program kerja
       ....
                                                                Ketua OSIS SMA Milenium
                                                                ...
Kalimat penutup yang tepat dalam surat undangan di atas adalah . . .
A. Mengingat pentingnya acara tersebut, kami mengharapkan kehadiran Anda tepat    
     waktu.
B. Demikian surat ini harap dipahami sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih.
C. Mengingat acara ini sangat penting, harap Saudara mengutamakannya.
D. Diharapkan Anda mengutamakan acara kita ini. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
E. Kami harapkan kehadiran Anda sesuai dengan waktu dan tempat yang sudah disiapkan.                           

49. Cermati penggalan cerpen berikut!
       Kulihat ayah terus memandangiku. Aku melihat wajah ayah yang sebenarnya watak seorang guru mengaji. Ayah memang benar-benar seorang guru ngaji. Seorang guru agama! Dia tidak terpengaruh oleh perubahan zaman. Walau pun pekerjaannya telah dirampas oleh kemajuan zaman. Di mana kapas digantikan karet busa untuk sebuah kasur. Unsur instrinsik yang tampak dalam penggalan cerpen di atas adalah ...
A. latar                 B. Alur                        C. Penokohan              D. Tema          E.Amanat

50.Cermatilah kutipan resensi berikut!
Buku yang ditulis secara propokatif ini didedikasikan untuk orang kaya yang sekligus jadi pejabat yang tidak malu memamerkan kekayaannnya. Untuk para ilmuwan yang sekarang menjadi penasehat pada badan-badan internasional dan yang duduk empuk menjabat sebagai konsultan, lawyer, yang upahnya dihitung bukan dari banyaknya keringat tapi berapa jam dan menit yang dihabiskan dalam ruangan sejuk untuk berkonsultasi.
Penggalan resensi buku di atas berisi tentang....
A.Ulasan resensator terhadap ketidakadilan di bumi ini.
B. Kritikan penulis resensi terhadap isi buku.
C.   Keunggulan penulisan buku
D.  Kelemahan dibidang penokohan.
E.   Anjuran mengenai siapakah yang perlu membaca buku tersebut.
 



















  
     

Rabu, 23 Maret 2011

Manajemen Kurikulum

Managemen Kurikulum
Pengertian Kurikulum
Untuk mendapatkan rumusan tentang pengertian kurikulum, para ahli mengemukakan pandangan yang beragam. Dalam pandangan klasik, lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah. Pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah, itulah kurikulum. George A. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : “ A Curriculun is a written document which may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school”. Dalam pandangan modern, pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan, seperti dikemukakan oleh Caswel dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum … to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. Dipertegas lagi oleh pemikiran Ronald C. Doll (1974) yang mengatakan bahwa : “ …the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences which are offered to learners under the auspices or direction of school.
Untuk mengakomodasi perbedaan pandangan tersebut, Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat dimensi, yaitu:
1.kurikulum sebagai suatu ide; yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian, khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan.
2.kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide; yang didalamnya memuat tentang tujuan, bahan, kegiatan, alat-alat, dan waktu.
3.kurikulum sebagai suatu kegiatan, yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis; dalam bentuk praktek pembelajaran.
4.kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik.
Sementara itu, Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian : (1) kurikulum sebagai ide; (2) kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum; (3) kurikulum menurut persepsi pengajar; (4) kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas; (5) kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik; dan (6) kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum.
Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.
Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu :
1.Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
2.Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
3.Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
4.Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
5.Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu :
1.Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
2.Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
3.Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4.Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5.Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
6.Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
7.Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya, yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum
Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum, banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.
Perkembangan Mata Pelajaran dalam Kurikulum di Indonesia
Posted on 4 Mei 2010 by AKHMAD SUDRAJAT
Dalam sejarah penggunaan kurikulum di Indonesia setelah merdeka, ada sepuluh kurikulum yang pernah dipakai yaitu kurikulum pasca kemerdekaan 1947, 1949, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, dan KBK yang disempurnakan menjadi kurikulum KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Pada setiap periode kurikulum yang pernah diberlakukan tersebut model konsep kurikulum yang digunakan, prinsip dan kebijakan pengembangan yang digunakan, serta jumlah jenis mata pelajaran berikut kedalaman dan keluasannya tidak sama.
Variabilitas kurikulum yang digunakan berimplikasi terhadap variabilitas penuangan mata pelajaran yang harus dipelajari. Secara umum bisa dijelaskan karena adanya substansi determinan atau landasan kurikulum yang digunakan tidak sama. Meskipun unsur-unsur umum determinan kurikulum itu sama yaitu faktor filosofis, sosiologis, psikologis, dan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun pada setiap masa memiliki suatu kecederungan tersendiri yang menjadi warna dominan dari kurikulum itu sendiri, sebagai alat pencapaian tujuan pendidikan. Perbedaan ini juga turut menentukan mata pelajaran apa saja yang harus dipelajari, juga prinsip-prinsip cara mempelajari mata pelajaran yang ada dalam struktur kurikulum yang bersangkutan.
Landasan filosofis, berkaitan dengan pandangan hidup negara. Filosofis negara ini akan mengarahkan pada penentuan tujuan umum pendidikan nasional. Perbedaan filosofis negara, atau adanya perbedaan konsistensi pengamalan nilai-nilai filosifis akan mempengaruhi filsafat pendidikian dan filsafat kurikulum yang digunakan. Tentu ini pun akan mengarah pada susunan mata pelajaran yang harus dipelajari.
Landasan sosiologis, berkaitan dengan sistem nilai, norma, adat isitiadat, tata aturan bermasyarakat dan bernegara juga berpengaruh terhadap penggunaan sistem kurikulum. Dalam aspek sosiologis di dalamnya adalah sistem politik yang berlaku, ikut menentukan tentang apa yang harus dipelajari, kedalaman dan keluasannya, serta teknis pengembangannya.
Contoh ketika sistem politik negara menggunakan sistem sentralistik, maka pengembangan kurikulum didominasi oleh pemerintah pusat, kurang atau bahkan mungkin tidak melibatkan pemerintah daerah atau guru sama sekali. Namun ketika sistem politik berubah menjadi desetralisasi, kebijakan pengembangan kurikulum pun berubah, yang tadinya terpusat sebagian didesentralisasikan ke daerah (pemerintah daerah dan sekolah, guru).
Contoh lainnya, terdapat perbedaan kurikulum, jenis dan jumlah mata pelajaran antara negara yang demokratis dan negara yang tidak terlalu menonjolkan demokratis. Bahkan sesama negara demokratis pun masih terdapat variabilitas.
Determinan berikutnya yaitu unsur psikologis. Situasi kondisi sasaran kurikulum ikut mempengaruhi konsep dan model kurikulum. Akan terdapat perbedaan mata pelajaran, setidaknya tingkat kesulitan dan cakupannya, antara jenjang pendidikan satu dengan lainnya. Antara pendidikan normal dan pendidikan luar biasa.
Selain dari pada itu, pandangan psikologi atas bagaimana manusia belajar bermacam-macam, di antaranya ada behavioristik, kognitivistik, dan konstruktivistik. Ketiga jenis pandangan tersebut berbeda antara satu dengan yang lainnya. Penggunaan salah satu dari tiga pandangan atas belajar di atas, akan berpengaruh terhadap apa yang harus dipelajari dan bagaimana cara mempelajarinya.
Determinan terakhir yaitu bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi kurikulumnya itu sendiri. Kemajuan IPTEK akan melahirkan tuntutan untuk mempelajari IPTEK kontemporer. IPTEK kontemporer memiliki karakteristik tersendiri tentang bagaimana cara untuk mempelajarinya.
Uraian di atas, menjelaskan kepada kita bahwa perkembangan mata pelajaran dipengaruhi oleh model konsep kurikulum yang digunakan. Suatu jenis model kurikulum itu sendiri memiliki karakteristik disain (tujuan, materi, strategi, dan evaluasi) tersendiri.
Di bawah ini tabel perbandingan jurusan dan mata pelajaran yang hilang dan muncul pada kurikulum kurikulum 1964 sampai dengan KTSP.

Tentang Pengembangan Diri dalam KTSP

A. Pendahuluan
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, pemerintah terus berupaya melakukan berbagai reformasi dalam bidang pendidikan, diantaranya adalah dengan diluncurkannya Peraturan Mendiknas No. 22 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Mendiknas No. 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk mengatur pelaksanaan peraturan tersebut pemerintah mengeluarkan pula Peraturan Mendiknas No 24 tahun 2006.
Dari ketiga peraturan tersebut memuat beberapa hal penting diantaranya bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang kemudian dipopulerkan dengan istilah KTSP. Di dalam KTSP, struktur kurikulum yang dikembangkan mencakup tiga komponen yaitu: (1) Mata Pelajaran; (2) Muatan Lokal dan (3) Pengembangan Diri.
Komponen Pengembangan Diri merupakan komponen yang relatif baru dan berlaku untuk dikembangkan pada semua jenjang pendidikan. Sebagai sesuatu yang dianggap baru, kehadirannya menarik untuk didiskusikan dan diperdebatkan, Sejumlah pertanyaan banyak diajukan diantaranya saja : Apa hakekat Pengembangan Diri itu ? dan Bagaimana pula pelaksanaan kegiatan Pengembangan Diri di sekolah ?
Oleh karena itu, melalui tulisan ini akan dipaparkan secara teoritik tentang hakekat pengembangan diri dan beberapa alternatif pemikiran tentang pelaksanaan kegiatan pengembangan diri di sekolah, untuk dijadikan sebagai salah satu bahan rujukan dalam kegiatan Pengembangan Diri di sekolah-sekolah, sehingga kegiatan Pengembangan Diri di sekolah lebih dapat dipertanggungjawabkan.
B. Hakikat Pengembangan Diri
Penggunaan istilah Pengembangan Diri dalam kebijakan kurikulum memang relatif baru. Kehadirannya menarik untuk didiskusikan baik secara konseptual maupun dalam prakteknya. Jika menelaah literatur tentang teori-teori pendidikan, khususnya psikologi pendidikan, istilah pengembangan diri disini tampaknya dapat disepadankan dengan istilah pengembangan kepribadian, yang sudah lazim digunakan dan banyak dikenal. Meski sebetulnya istilah diri (self) tidak sepenuhnya identik dengan kepribadian (personality). Istilah diri dalam bahasa psikologi disebut pula sebagai aku, ego atau self yang merupakan salah satu aspek sekaligus inti dari kepribadian, yang di dalamnya meliputi segala kepercayaan, sikap, perasaan, dan cita-cita, baik yang disadari atau pun yang tidak disadari. Aku yang disadari oleh individu biasa disebut self picture (gambaran diri), sedangkan aku yang tidak disadari disebut unconscious aspect of the self (aku tak sadar) (Nana Syaodich Sukmadinata, 2005). Menurut Freud (Calvin S. Hall & Gardner Lindzey, 1993) ego atau diri merupakan eksekutif kepribadian untuk mengontrol tindakan (perilaku) dengan mengikuti prinsip kenyataan atau rasional, untuk membedakan antara hal-hal terdapat dalam batin seseorang dengan hal-hal yang terdapat dalam dunia luar.
Setiap orang memiliki kepercayaan, sikap, perasaan dan cita-cita akan dirinya, ada yang realistis atau justru tidak realistis. Sejauh mana individu dapat memiliki kepercayaan, sikap, perasaan dan cita-citanya akan berpengaruh terhadap perkembangan kepribadiannya, terutama kesehatan mentalnya. Kepercayaan, sikap, perasaan dan cita-cita akan seseorang akan dirinya secara tepat dan realistis memungkinkan untuk memiliki kepribadian yang sehat. Namun, sebaliknya jika tidak tepat dan tidak realistis boleh jadi akan menimbulkan pribadi yang bermasalah. Kepercayaan akan dirinya yang berlebihan (over confidence) menyebabkan seseorang dapat bertindak kurang memperhatikan lingkungannya dan cenderung melabrak norma dan etika standar yang berlaku, serta memandang sepele orang lain. Selain itu, orang yang memiliki over confidence sering memiliki sikap dan pemikiran yang over estimate terhadap sesuatu. Sebaliknya kepercayaan diri yang kurang, dapat menyebabkan seseorang cenderung bertindak ragu-ragu, rasa rendah diri dan tidak memiliki keberanian. Kepercayaan diri yang berlebihan maupun kurang dapat menimbulkan kerugian tidak hanya bagi dirinya namun juga bagi lingkungan sosialnya.
Begitu pula, setiap orang memiliki sikap dan perasaan tertentu terhadap dirinya. Sikap akan diwujudkan dalam bentuk penerimaan atau penolakan akan dirinya, sedangkan perasaan dinyatakan dalam bentuk rasa senang atau tidak senang akan keadaan dirinya. Sikap terhadap dirinya berkaitan erat dengan pembentukan harga diri (penilaian diri), yang menurut Maslow merupakan salah satu jenis kebutuhan manusia yang amat penting. Sikap dan mencintai diri yang berlebihan merupakan gejala ketidaksehatan mental, biasa disebut narcisisme. Sebaliknya, orang yang membenci dirinya secara berlebihan dapat menimbulkan masochisme.
Disamping itu, setiap orang pun memiliki cita-cita akan dirinya. Cita-cita yang tidak realistis dan berlebihan, serta sangat sulit untuk dicapai mungkin hanya akan berakhir dengan kegagalan yang pada akhirnya dapat menimbulkan frustrasi, yang diwujudkan dalam bentuk perilaku salah-suai (maladjusted). Sebaliknya, orang yang kurang memiliki cita-cita tidak akan mendorong ke arah kemajuan.
Berkenaan dengan diri atau ego ini, John F. Pietrofesa (1971) mengemukakan tiga komponen tentang diri, yaitu : (1) aku ideal (ego ideal); (2) aku yang dilihat dirinya (self as seen by self); dan (3) aku yang dilihat orang lain (self as seen by others). Dalam keadaan ideal ketiga aku ini persis sama dan menunjukkan kepribadian yang sehat, sementara jika terjadi perbedaan-perbedaan yang signifikan diantara ketiga aku tersebut merupakan gambaran dari ketidakutuhan dan ketidaksehatan kepribadian.
Dengan memperhatikan dasar teoritik tersebut di atas, kita bisa melihat arah dan hasil yang diharapkan dari kegiatan Pengembangan Diri di sekolah yaitu terbentuknya keyakinan, sikap, perasaan dan cita-cita para peserta didik yang realistis, sehingga peserta didik dapat memiliki kepribadian yang sehat dan utuh.
C. Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri
Secara konseptual, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 kita mendapati rumusan tentang pengembangan diri, sebagai berikut :
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
Berdasarkan rumusan di atas dapat diketahui bahwa Pengembangan Diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Dengan sendirinya, pelaksanaan kegiatan pengembangan diri jelas berbeda dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran. Seperti pada umumnya, kegiatan belajar mengajar untuk setiap mata pelajaran dilaksanakan dengan lebih mengutamakan pada kegiatan tatap muka di kelas, sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkan kurikulum (pembelajaran reguler), di bawah tanggung jawab guru yang berkelayakan dan memiliki kompetensi di bidangnya. Walaupun untuk hal ini dimungkinkan dan bahkan sangat disarankan untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran di luar kelas guna memperdalam materi dan kompetensi yang sedang dikaji dari setiap mata pelajaran.
Sedangkan kegiatan pengembangan diri seyogyanya lebih banyak dilakukan di luar jam reguler (jam efektif), melalui berbagai jenis kegiatan pengembangan diri. Salah satunya dapat disalurkan melalui berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan sekolah, di bawah bimbingan pembina ekstra kurikuler terkait, baik pembina dari unsur sekolah maupun luar sekolah. Namun perlu diingat bahwa kegiatan ekstra kurikuler yang lazim diselenggarakan di sekolah, seperti: pramuka, olah raga, kesenian, PMR, kerohanian atau jenis-jenis ekstra kurikuler lainnya yang sudah terorganisir dan melembaga bukanlah satu-satunya kegiatan untuk pengembangan diri.
Di bawah bimbingan guru maupun orang lain yang memiliki kompetensi di bidangnya, kegiatan pengembangan diri dapat pula dilakukan melalui kegiatan-kegiatan di luar jam efektif yang bersifat temporer, seperti mengadakan diskusi kelompok, permainan kelompok, bimbingan kelompok, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat kelompok. Selain dilakukan melalui kegiatan yang bersifat kelompok, kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan pula melalui kegiatan mandiri, misalnya seorang siswa diberi tugas untuk mengkaji buku, mengunjungi nara sumber atau mengunjungi suatu tempat tertentu untuk kepentingan pembelajaran dan pengembangan diri siswa itu sendiri.
Selain kegiatan di luar kelas, dalam hal-hal tertentu kegiatan pengembangan diri bisa saja dilakukan secara klasikal dalam jam efektif, namun seyogyanya hal ini tidak dijadikan andalan, karena bagaimana pun dalam pendekatan klasikal kesempatan siswa untuk dapat mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minatnya relatif terbatasi. Hal ini tentu saja akan menjadi kurang relevan dengan tujuan dari pengembangan diri itu sendiri sebagaimana tersurat dalam rumusan tentang pengembangan diri di atas.
Dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan terjadi pengurangan jumlah jam efektif setiap minggunya, namun dengan adanya pengembangan diri maka sebetulnya aktivitas pembelajaran diri siswa tidaklah berkurang, siswa justru akan lebih disibukkan lagi dengan berbagai kegiatan pengembangan diri yang memang lebih bersifat ekspresif, tanpa “terkerangkeng” di dalam ruangan kelas.
Kegiatan pengembangan diri harus memperhatikan prinsip keragaman individu. Secara psikologis, setiap siswa memiliki kebutuhan, bakat dan minat serta karakateristik lainnya yang beragam. Oleh karena itu, bentuk kegiatan pengembangan diri pun seyogyanya dapat menyediakan beragam pilihan.
Hal yang fundamental dalam dalam kegiatan Pengembangan Diri bahwa pelaksanaan pengembangan diri harus terlebih dahulu diawali dengan upaya untuk mengidentifikasi kebutuhan, bakat dan minat, yang dapat dilakukan melalui teknik tes (tes kecerdasan, tes bakat, tes minat dan sebagainya) maupun non tes (skala sikap, inventori, observasi, studi dokumenter, wawancara dan sebagainya).
Dalam hal ini, peranan bimbingan dan konseling menjadi amat penting, melalui kegiatan aplikasi instrumentasi data dan himpunan data, bimbingan dan konseling seyogyanya dapat menyediakan data yang memadai tentang kebutuhan, bakat, minat serta karakteristik peserta didik lainnya. Data tersebut menjadi bahan dasar untuk penyelenggaraan Pengembangan Diri di sekolah, baik melalui kegiatan yang bersifat temporer, kegiatan ekstra kurikuler, maupun melalui layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.
Namun harus diperhatikan pula bahwa kegiatan Pengembangan Diri tidak identik dengan Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling tetap harus ditempatkan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di sekolah dengan keunikan karakteristik pelayanannya.
Terkait dengan penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah kemungkinan besar akan menggunakan konsep baru menggantikan Pola 17 yang selama ini diterapkan. Ke depannya kemungkinan akan digunakan konsep baru yang lebih dikenal sebutan Bimbingan dan Konseling Komprehensif dan Pengembangan (Developmental and Comprehensive Guidance and Counseling), dimana layanan Bimbingan dan Konseling lebih bersifat menyeluruh (guidance for all) dan tidak lagi terfokus pada pendekatan klinis (clinical atau therapeutical approach) akan tetapi lebih mengutamakan pendekatan pengembangan (developmental approach). Dalam hal ini, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakan perbedaan dari kedua pendekatan tersebut adalah :
Pendekatan Pengembangan :
•Bersifat pedagogis
•Melihat potensi klien (siswa)
•Berorientasi pengembangan potensi positif klien (siswa)
•Menggembirakan klien (siswa)
•Dialog konselor menyentuh klien (siswa), klien (siswa) terbuka
•Bersifat humanistik- religius
•Klien (siswa) sebagai subyek memegang peranan, memutuskan tentang dirinya
•Konselor hanya membantu dan memberi alternatif-alternatif

Pendekatan Klinis (Model Lama):

•Bersifat klinis
•Melihat kelemahan klien
•Berorientasi pemecahan masalah klien (siswa)
•Konselor serius
•Klien (siswa) sering tertutup
•Dialog menekan perasaan klien
•Klien sebagai obyek
Dengan demikian, layanan Bimbingan dan Konseling yang memiliki fungsi pengembangan, seperti layanan Pembelajaran, Penempatan dan Bimbingan Kelompok kiranya perlu lebih dikedepankan dan ditingkatkan lagi dari segi frekuensi maupun intensitas pelayanannya.
Dari uraian di atas, tampak bahwa kegiatan pengembangan diri akan mencakup banyak kegiatan sekaligus juga banyak melibatkan orang, oleh karena itu diperlukan pengelolaan dan pengorganisasian tersendiri. Namun secara prinsip, bahwa pengelolaan dan pengorganisasian pengembangan diri betul-betul diarahkan untuk melayani seluruh siswa agar dapat mengembangkan dirinya secara optimal, sesuai bakat, minat, dan kebutuhannya masing-masing dan pengembangan diri menjadi wilayah garapan bersama antara komponen pembelajaran dan komponen Bimbingan dan Konseling di sekolah dengan keunikan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

D. Kesimpulan

Pengembangan Diri di sekolah merupakan salah satu komponen penting dari struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diarahkan guna terbentuknya keyakinan, sikap, perasaan dan cita-cita para peserta didik yang realistis, sehingga pada gilirannya dapat mengantarkan peserta didik untuk memiliki kepribadian yang sehat dan utuh.
Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan secara klasikal pada jam efektif, namun seyogyanya lebih banyak dilakukan di luar jam reguler (jam efektif), baik melalui kegiatan yang dilembagakan maupun secara temporer, bersifat individual maupun kelompok.
Pengembangan diri harus memperhatikan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik dan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting untuk mengidentikasi kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik melalui kegiatan aplikasi instrumentasi dan himpunan data, untuk ditindaklanjuti dalam berbagai kegiatan pengembangan diri.
Kegiatan pengembangan diri akan melibatkan banyak kegiatan sekaligus juga banyak melibatkan orang, oleh karena itu diperlukan pengelolaan dan pengorganisasian disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi nyata di sekolah.
Sebagai penutup tulisan ini, ada baiknya kita renungkan ungkapan dari R.F. Mackenzie yang banyak mengilhami ribuan guru di Inggris tentang bagaimana seharusnya proses pendidikan berlangsung, dikaitkan dengan kegiatan pengembangan diri di sekolah :
“ …Kami ingin memberikan kepada siswa-siswa kesempatan untuk menceburkan ke dalam cara hidup yang berbeda, dan kenangan yang bertahan lebih lama. Di sana tidak akan ada paksaan atau keharusan, ketekanan, ketergesaan, atau ujian. Apabila mereka ingin memanjat atau berski, kita akan membantu mereka untuk mendapatkan keterampilan itu. Apabila mereka ingin mengidentifikasi tumbuhan gunung tinggi atau burung, kita akan mengusahakan diperolehnya pengetahuan itu. Dan apabila mereka ingin tidak memiliki kedambaan akan adanya kegiatan atau kehausan akan pengetahuan, tetapi maunya hanya duduk diam seperti kaum penghuni dataran tinggi yang dulunya di sini, atau ingin memandangi awan berarak melaju di atas Creag Dhubh, atau mendengarkan suara rintik hujan yang menitik jatuh di antara cecabang pohon setelah hujan berhenti mengucur, itu semua juga merupakan bagian penting dari perkembangan. Pada saat inilah, ketakutan, ide, harapan, dan pertanyaan yang setengah tenggelam mulai muncul kembali ke permukaan…” (Combie White, 1997).

Rabu, 16 Maret 2011

Soal Ekonomi Pra UN 2010-2011

SOAL PRA UN EKONOMI
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1.Beberapa waktu yang lalu Gunung Merapi mengeluarkan letusan dahsyatnya. Akibatnya masyarakat mengalami kesulitan untuk memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari. Kelangkaan air bersih tersebut disebabkan oleh....
A.Harga air bersih cenderung naik
B.Kebutuhan air bersih tak terbatas
C.Sumber-sumber air bersih tercemar
D.Setiap orang memaksimumkan kepuasannya
E.Persediaan tidak sesuai dengan rencana
2.Ibu Nita adalah seorang pengusaha batik yang berusaha mengembangkan usahanya dengan menciptakan inovasi produk baru. Ibu Nita menginginkan segmen pasar ibu-ibu sehingga mudah memasarkan produknya. Permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh Ibu Nita adalah.....
A.Bagaimana cara memproduksi batik yang efisien
B.Untuk siapa produk batik yang diproduksi
C.Dimana tempat produksi batik tersebut
D.Siapa yang membuat produk batiknya
E.Kapan produk batik akan diproduksi
3.Pak Bambang adalah pengusaha yang bergerak di bidang jasa angkutan. Dalam kesehariannya ia berperan sebagai konsumen dan produsen. Peran Pak Bambang yang menunjukkan sebagai konsumen adalah....
A.Membayar upah kepada karyawannya
B.Membayar pajak badan usaha kepada negara
C.Membayar biaya pemeliharaan kendaraan pribadinya
D.Menghasilkan jasa angkutan umum bagi penumpang
E.Membeli perlengkapan untuk mendukung usahanya

4.Pada saat harga suatu barang Rp.5.000,00 per unit, jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 50 unit. Pada saat harga turun menjadi Rp.4.500,00 per unit, jumlah barang yang ditawarkan menjadi 40 unit. Berdasarkan data tersebut besarnya koefisien elastisitas penawaran adalah....
A.0,5
B.1,0
C.1,5
D.2,0
E.2,5

5.Ciri-ciri pasar monopoli dan pasar persaingan sempurna sebagai berikut:
1.Hanya ada satu penjual dan banyak pembeli
2.Penjual bisa menentukan harga jual
3.Ada hambatan masuk pasar yang tinggi
4.Adanya barang pengganti terdekat
5.Penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar
Berdasarkan pernyataan di atas, yang termasuk ciri pasar monopoli adalah...
A.1,2 dan 3
B.1, 2 dan 4
C.2, 3 dan 4
D.2, 3 dan 5
E.3, 4 dan 5

6.Penggunaan modal menjadi komponen biaya produksi karena sebagian modal pinjaman harus dibayar bunganya. Alasan pemberian bunga karena dengan modal pinjaman segera diperoleh barang dan langsung digunakan dalam proses produksi sehingga segera mendapat keuntungan. Alasan ini merupakan teori....
A.Agio
B.Pengorbanan
C.Produktivitas
D.Liquiditas preferens
E.Transaksi motif

7.Krisis ekonomi di Indonesia yang terjadi sejak tahun 1997 menyebabkan harga barang dan jasa melambung tinggi, tabungan masyarakat menurun diikuti oleh menurunnya tingkat investasi. Kondisi demikian menandakan inflasi yang cukup mengkhawatirkan sehingga perlu segera diambil kebijakan moneter dan fiskal dengan cara....
A.Menjual surat berharga dan meningkatkan pemungutan pajak
B.Membeli surat berharga dan meningkatkan pajak negara
C.Menurunkan tingkat suku bunga dan meningkatkan pajak
D.Menjual surat berharga dan menurunkan tingkat suku bunga
E.Membeli surat berharga dan menurunkan tingkat suku bunga

8.Perhatikan data berikut ini ( dalam triliun rupiah) :
PDB = Rp.1.500,00
Pajak langsung = Rp. 260,00
Pajak tidak langsung = Rp. 60,00
Laba di tahan = Rp. 200,00
Pembayaran transfer = Rp. 160,00
Asuransi sosial = Rp. 40,00
Penyusutan = Rp. 150,00
PNB = Rp.1.450,00
Besarnya Disposible income adalah.....
A.Rp.900 triliun
B.Rp.940 triliun
C.Rp.950 triliun
D.Rp.1.160 triliun
E.Rp.1.240 triliun

9.Data keuangan suatu negara disajikan sebagai berikut (dalam milyar):
Sewa tanah Rp.1.500
Upah Rp.1.400
Bunga modal Rp.1.300
Laba Rp. 500
Pengeluaran pemerintah Rp.2.000
Konsumsi masyarakat Rp.3.000
Ekspor Rp.1.000
Impor Rp. 500
Pengeluaran investasi Rp.1.300
Dari data di atas, besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan adalah....
A.Rp.4.700 miliar
B.Rp.5.200 miliar
C.Rp.5.600 miliar
D.Rp.6.000 miliar
E.Rp.6.800 miliar

10.Berikut data indeks harga konsumen:
1.Januari 2010 = 156,25
2.Februari 2010 = 160,40
Dari data di atas, maka besarnya laju inflasi bulan februari 2010 adalah....
A.4,15%
B.2,65%
C.2,58%
D.1,02%
E.0,97%

11.Pada suatu negara diketahui fungsi konsumsi adalah C = 100.000 + 0,75Y dan besar pendapatan adalah Rp.2.000.000,00. Berdasarkan data tersebut, besarnya jumlah tabungan adalah....
A.Rp.600.000,00
B.Rp.500.000,00
C.Rp.400.000,00
D.Rp.300.000,00
E.Rp.200.000,00
12.Setiap bulan keluarga Pak Erwin memperoleh penghasilan sebesar Rp.4.400.000,00. Dari penghasilan tersebut, keluarga ini mengeluarkan uang sebesar Rp.2.000.000,00 untuk kebutuhan sehari-hari. Tindakan yang dilakukan oleh keluarga Pak Erwin didasari motif...
A.Efisiensi
B.Spekulasi
C.Transaksi
D.Berjaga-jaga
E.Masa depan

13.Ibu Prapti telah mengelola usaha katering selama 10 tahun. Untuk mengembangkan usahanya, ia mengajukan pinjaman ke bank. Setiap bulan Ibu Prapti membayar angsuran dan bunganya secara tertib sehingga dapat melunasi sesuai waktu yang sudah disepakati.
Dilihat dari syarat-syarat pemberian kredit, Ibu Prapti telah memenuhi syarat...
A.Charakter dan capital
B.Character dan capacity
C.Character dan collateral
D.Capacity dan collateral
E.Capacity dan condition of economy

14.Pengangguran di daerah Gunung Kidul disebabkan oleh kekeringan lahan persawahan. Cara yang paling tepat untuk mengatasi pengangguran di daerah tersebut adalah....
A.Industri padat karya
B.Industri padat modal
C.Menaikkan harga hasil pertanian
D.Memberikan informasi lowongan kerja
E.Membuka kembali usaha yang telah ditutup

15.Pernyataan berikut menunjukkan rumusan tentang pertumbuhan dan pembangunan ekonomi :
1.Proses multidimensional yang menyebabkan tingginya pendapatan per kapita
2.Proses multidimensional yang menyebabkan perubahan struktur ekonomi
3.Kenaikan pendapatan yang terus menerus dalam jangka panjang
4.Ditentukan oleh produksi nasional dan jumlah penduduk
5.Adanya aspek pemerataan pendapatan
Dari pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri pembangunan ekonomi adalah....
A.1, 2 dan 3
B.1, 3 dan 4
C.2, 3 dan 4
D.2, 4 dan 5
E.3, 4 dan 5

16.Sektor pajak merupakan salah satu komponen sumber penerimaan APBN. Penerimaan ini akan disalurkan pada berbagai proyek pembangunan fasilitas publik. Dalam hal ini APBN menjalankan fungsi....
A.Realokasi
B.Stabilitas
C.Anggaran
D.Distribusi
E.Alokasi
17.Pada era global persaingan usaha antar produsen , baik dalam maupun luar negeri semakin ketat. Untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan produk impor, pemerintah memberikan tarif listrik lebih rendah bagi kegiatan usaha kecil. Kebijakan pemerintah ini disebut....
A.Premi
B.Subsidi
C.Tarif impor
D.Kuota impor
E.Diskriminasi harga

18.Perhatikan pernyataan berikut ini :
1.Dalam rangka meningkatkan kerja sama dengan Jepang, pemerintah Indonesia memberi kemudahan perusahaan Jepang untuk mendirikan cabang di wilayah Indonesia.
2.Setiap tahun ribuan tenaga kerja Indonesia bekerja di Saudi Arabia sebagai salah satu hasil kesepakatan kerjasama antar negara
Dampak dari kedua kerjasama tersebut yang tepat adalah....
A.Dari Jepang memperoleh devisa, sementara dari Saudi Arabia memperluas kesempatan kerja
B.Dari Jepang dapat memperoleh kesempatan kerja, sementara dari Saudi Arabia akan meningkatkan stabilitas harga
C.Dari Jepang dapat meningkatkan stabilitas harga, sementara dari Saudi Arabia akan meningkatkan kualitas konsumsi
D.Dari Jepang mempercepat alih teknologi, sementara dari Saudi Arabia memperoleh devisa
E.Dari Jepang dapat meningkatkan kualitas konsumsi, sementara dari Arab Saudi mempercepat alih teknologi

19.Wiwid adalah seorang konsultan keuangan yang akan melakukan studi banding ke Amerika dengan membawa uang saku Rp.52.250.000,00. Pada saat itu kurs jual per
US$ 1 adalah Rp.9.500,00 dan kurs beli Rp.9.400,oo. Selama di Amerika Wiwid membelanjakan uangnya sebanyak US$ 3.500. Sekembalinya dari Amerika, nilai kurs jual US$ 1 adalah Rp.9.700,00 dan kurs beli adalah Rp.9.600,00. Besarnya nilai rupiah yang diperoleh Wiwid adalah....
A.Rp.33.950.000,00
B.Rp.33.600.000,00
C.Rp.24.250.000,00
D.Rp.22.250.000,00
E.Rp.19.200.000,00

20.Produk yang diperjual belikan di bursa efek adalah surat berharga, diantaranya saham, obligasi dan reksadana. Keuntungan yang diperoleh pemegang obligasi disebut kupon, yaitu....
A.Pendapatan bunga secara rutin selama masa berlaku obligasi
B.Keuntungan atas transaksi jual beli surat obligasi
C.Obligasi jauh lebih tinggi dari nilai nominalnya
D.Obligasi jual sama dengan nilai nominalnya
E.Obligasi dijual lebih rendah dari nilai nominalnya

21.Pak Abdul sebagai manajer sebuah perusahaan melakukan kegiatan untuk melihat apakah aktivitas usaha sesuai dengan perencanaan yang telah disusun atau terdapat penyimpangan dan hambatan-hambatan. Manajer tersebut melakukan fungsi....
A.Planning
B.Organizing
C.Coordinating
D.Controlling
E.Actuating

22.Suatu badan usaha didirikan oleh beberapa orang yang terdiri atas pihak penyedia modal dan pihak pengelola. Pada saat badan usaha memperoleh keuntungan , ke dua pihak akan menerima pembagian keuntungan sesuai persentase tertentu. Pernyataan tersebut merupakan ciri-ciri badan usaha yang berbentuk....
A.Firma
B.Koperasi
C.Perseroan terbatas
D.Perusahaan perorangan
E.Persekutuan komanditer

23.Dilihat dari jenis kegiatannya, tujuan koperasi sekolah adalah...
A.Memenuhi kebutuhan siswa di sekolah
B.Meningkatkan kesejahteraan siswa
C.Mengembangkan jiwa wirausaha siswa
D.Membantu meringankan beban orang tua siswa
E.Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan berkoperasi

24.Perhatikan pernyataan berikut:
1.Memiliki kemauan yang kuat untuk menambah ilmu guna mendapatkan penemuan baru
2.Berani mengambil resiko usaha dan pesimis terhadap bidang yang akan dijalankan
3.Berani mengambil resiko, bekerja keras, percaya diri, dan mampu mencari peluang.
4.Berusaha mencari informasi terbaru untuk meminimalkan kualitas
5.Pandai berspekulasi dalam menjalankan usahanya
6.Membuat perencanaan jangka panjang untuk membuka usaha baru
Untuk memperoleh laba atau keuntungan seorang wirausaha harus....
A.1, 2 dan 3
B.1, 3 dan 4
C.1, 3 dan 5
D.2, 3 dan 6
E.3, 4 dan 6

25. Dibeli dari CV.Wijaya Peralatan Kantor Seharga Rp.7.500.000,-baru dibayar
Rp.5.000.000,- dan sisanya dibayar bulan depan.Dari transaksi tersebut
persamaan akuntansi yang tepat adalah..
A.Peralatan bertambah ( + ) Rp.7.500.000,-, Kas berkurang (-) Rp.5.000.000,-, Utang bertambah (+) Rp.2.500.000,-
B.Peralatan bertambah(+) Rp.5.000.000,-, Kas berkurang (-) Rp.2.500.000,-
C.Peralatan bertambah(+) Rp.7.500.000,-, Kas berkurang (-) Rp.5.000.000,-
D.Peralatan Bertambah (+) Rp.7.500.000,-,Kas berkurang (-) Rp.5.000.000,-
dan Utang Berkurang (-) Rp.2.500.000,-
E.Peralatan berkurang (-) Rp.7.500.000,-, Kas bertambah (+) Rp.5.000.000,- dan Utang Bertambah (+) Rp. 2.500.000,-

26.Transaksi dari suatu perusahan jasa sebagai berikut :
Tgl 5 Juli 2008 Dibeli peralatan kantor sebesar Rp.2.000.000.- secara tunai.
Tgl 8 Juli 2008 Diterima pelunasan piutang dari Pt. Wisesa Rp.2.750.000,-
Tgl 9 Juli 2008 Dibayar sewa toko untuk setahun sebesar Rp.6.000.000,-
Tgl 13 Juli 2008 Telah diselesaikan pengecatan mobil atas nama Hendra
Rp.5.500.000,-Belum dibayar ( faktur nomor 01 ).
Dari transaksi tersebut, pencatatan ke dalam jurnal umum sebagai beriku :
1.5 Juli 2008 Peralatan Kantor Rp.2.000.000,-
K a s Rp. 2.000.000,-
2.8 juli 2008 K a s Rp.2.750.000,-
Piutang Usaha Rp.2,750.000,-
3.8 Juli 2008 Piutang Rp.2.750.000,-
K a s Rp.2.760.000,-
4.9 Juli 2008 Beban Sewa Rp.6.000.000,-
K a s Rp. 6.000.000,-
5.13 juli 2008 Pendapatan Rp.5.500.000,-
Piutang Rp.5.500.000,-
Pencatatan Jurnal Umum yang benar adalah …..
A.1, 2, dan 3
B.1, 2, dan 4
C.2, 3, dan 5
D.2, 4, dan 5
E.3, 4, dan 5



27.Data dari biro konsultan sebagai berikut :
Modal Tuan Rosidi 1 Januari 2008 Rp.25.000.000,-
Pendapatan Jasa konsultasi Rp.11.000.000,-
Modal Tuan Rosidi 31 Desember 2008 Rp.31.000.000
Prive Tuan Rosidi Rp. 1.500.000,-
Pendapatan Administrasi Rp. 500.000,-
Berdasarkan data tersebut,total biaya yang dikeluarkan biro jasa
konsultasi adalah…

A.Rp.3.000.000,-
B.Rp.3.500.000,-
C.Rp.4.000.000,-
D.Rp.4.500.000,-
E.Rp.5.000.000,-

28.Data dari bengkel “Maju “ sebagai berikut :
Modal Tuan Tono 31 Desember 2008 Rp.30.000.000,-
Pendapatan Jasa Reparasi………. Rp.14.000.000,-
Beban Usaha ………. Rp. 7.500.000,-
Prive Tuan Tono ……… Rp. 1.500.000,-
Pendapatan Lain-lain ……… Rp. 2.000.000,-
Berdasarkan data tersebut, Modal awal 1 Januari 2008 bengkel “Maju” adalah …..

A.Rp.22.000.000,-
B.Rp.23.000.000,-
C.Rp.24.000.000,-
D.Rp.25.000.000,-
E.Rp.26.000.000,-

30.Transaksi dari UD.Rejeki pada bulan agustus 2008 sebagai berikut :
3 Agustus 2008 . Dibeli peralatan kantor Rp.400.000,- syarat 2/10, n/30
6 Agustus 2008 . Dibayar gaji karyawan sebesar Rp.4.800.000,-
8 Agustus 2008. Dijual barang dagangan Rp.2.500.000,- Tunai
10 Agustus 2008 Dibeli Barang dagangan Rp.6.000.000,- tunai Rabat 5 %.
15 Agustus 2008 Dilunasi Faktur bulan lalu Rp.4.000.000 potongan 2 %.
Pencatantan transaksi diatas pada jurnal Pengeluaran Kas yang benar adalah ….

A.Jurnal Pengeluaran K a s
B.Jurnal Pengeluaran K a s
C.Jurnal Pengeluaran K a s
D.Jurnal Pengeluaran K a s
E.Jurnal Pengeluaran K a s

31. Jurnal Penjualan dari UD. Menjadi Besar adalah sebagai berikut :

Berdasarkan data diatas Posting ke Buku Pembentu Fa. Handoyo yang benar oleh
UD. Menjadi Besar adalah……

A.Buku Besar : Fa. Handoyo
B.Buku Besar : Fa. Handoyo
C.Buku Besar : CV. Raja
D.Buku Besar : CV. Raja
E.Buku Besar : Fa. Handoyo

32. Data Neraca saldo sebahagian dari PD.Mulya sebagai berikut :
PD. Mulya
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2009

Menurut informasi bahwa Assuransi dibayar tgl 1 Oktober 2009 untuk dua tahun.
Dibawah ini Jurnal Penyesuaian yang benar adalah….

A.Beban Assuransi Rp. 750.000,-
Assuransi Dibayar Dimuka Rp. 750.000,-
B.Assuransi Dibayar Dimuka Rp. 750.000,-
Beban Assuransi Rp. 750.000,-
C.Beban Assuransi Rp. 5.250.000,-
Assuransi Dibayar Dimuka Rp. 5.250.000,-
D.Assuransi Dibayar Dimuka Rp. 5,250.000,-
Beban Assuransi Rp. 5.250.000,-
E.Assuransi Dibayar Dimuka Rp. 6.000.000,-
K a s Rp. 6.000.000,-

33.PD. JAYA MUKTI pada akhir 31 Desember 2010 menunjukan data keuangan
Usahanya sebagai berikut :
Penjualan Bersih Rp. 45.000.000,-
Harga Pokok Penjualan ( HPP ) Rp. 22.000.000,-
Beban Usaha Rp. 10.000.000,-
Modal per 1 Januari 2010 Rp. 25.000.000,-
Prive Rp. 5.000.000,-
Pembelian Rp. 18.000.000,-
Persediaan 31 Desember 2010 Rp. 9.000.000,-

Berdasarkan data di atas Modal PD. JAYA MUKTI per 31 Desember 2010 adalah…

A. Rp. 28.000.000,-
B. Rp. 31.000.000,-
C. Rp. 33.000.000,-
D. Rp. 34.000.000,-
E. Rp. 36.000.000,-

Selasa, 15 Maret 2011

Puisi Hartoyo Andangjaya

DARI SEORANG GURU KEPADA MURID-MURIDNYA
Karya : Hartoyo Andangjaya

Adakah yang kupunya, anak-anakku
selain buku-buku dan sedikit ilmu
sumber pengabdianku kepadamu.
Kalau hari Minggu kau datang ke rumahku
aku takut, anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
semua padamu akan bercerita
tentang hidupku di rumah tangga

Ah, tentang ini tak pernah aku bercerita
depan kelas, sedang menatap wajah-wajahmu remaja
horison yang selalu biru bagiku
karena kutahu, anak-anakku
engkau terlalu muda
engkau terlalu bersih dari dosa
untuk mengenal ini semua




PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA
Karya : Hartoyo Andangjaya

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka
ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga
sebelum hari bermula dalam pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, kemanakah mereka
di atas roda-roda baja mereka berkendara
mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota
merebut hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
mereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa


RAKYAT
Karya : Hartoyo Andangjaya

hadiah di hari krida
buat siswa-siswa SMA Negeri
Simpang Empat, Pasaman


Rakyat ialah kita
jutaaan tangan yang mengayun dalam kerja
di bumi di tanah tercinta
jutaan tangan mengayun bersama
membuka hutan-hutan lalang jadi ladang-ladang berbunga
mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota
menaikkan layar menebar jala
meraba kelam di tambang logam dan batubara
Rakyat ialah tangan yang bekerja

Rakyat ialah kita
otak yang menapak sepanjang jemaring angka-angka
yang selalu berkata dua adalah dua
yang bergerak di simpang siur garis niaga
Rakyat ialah otak yang menulis angka-angka

Rakyat ialah kita
beragam suara di langit tanah tercinta
suara bangsi di rumah berjenjang bertangga
suara kecapi di pegunungan jelita
suara bonang mengambang di pendapa
suara kecak di muka pura
suara tifa di hutan kebun pala
Rakyat ialah suara beraneka

Rakyat ialah kita
puisi kaya makna di wajah semesta
di darat
hari yang beringat
gunung batu berwarna coklat
di laut
angin yang menyapu kabut
awan menyimpan topan
Rakyat ialah puisi di wajah semesta

Rakyat ialah kita
darah di tubuh bangsa
debar sepanjang masa