ULANGAN UMUM SEMESTER GANJIL KELAS X
PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Badan Geologi: Energi Merapi Masih Besar
Antara - Senin, 8 November
Yogyakarta (ANTARA) - Energi yang tersimpan di Gunung Merapi masih cukup besar sehingga Badan Geologi masih belum dapat memprediksi kapan letusan gunung api aktif tersebut akan berakhir. "Sejak 3 November 2010 hingga kini Merapi telah empat hari meletus tanpa henti yang berarti bahwa energi yang tersimpan di gunung tersebut masih tetap tinggi," kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, energi yang dikeluarkan Gunung Merapi sejak letusan 3 November hingga 7 November 2010 masih terus berlangsung hingga sekarang, bahkan lebih besar dibanding letusan pertama yang terjadi pada 26 Oktober 2010. Ia mengatakan energi letusan Gunung Merapi pada 3-7 November 2010 tiga kali lebih besar dengan energi letusan pada 26 Oktober 2010."Kami tidak dapat memprediksi, kapan energi tersebut habis sehingga Gunung Merapi tidak lagi meletus. Sekarang, kita ikuti dulu saja apa yang dimaui Merapi," katanya.
Meskipun energi yang dimiliki Gunung Merapi masih cukup tinggi, namun Sukhyar mengatakan bahwa untuk sementara ini radius aman masih ditetapkan pada jarak 20 kilometer dari puncak gunung. Penetapan radius aman tersebut, lanjut Sukhyar, didasarkan pada data-data sejarah letusan Gunung Merapi, khususnya jarak luncur awan panas.
"Berdasarkan fakta sejarah, jarak luncur awan panas tidak pernah lebih dari 15 km, yaitu berkisar 12-13 km, sehingga radius 20 km tersebut belum akan diubah," katanya.
Kawah berdiameter 400 meter yang telah terbentuk di puncak Merapi lebih terbuka ke selatan atau mengarah ke Kali Gendol, sehingga diharapkan awan panas yang diluncurkan Merapi akan mengarah ke kali tersebut.
Namun demikian, Sukhyar mengatakan bahwa sebanyak 12 sungai yang berhulu di Gunung Merapi harus tetap diwaspadai, khususnya untuk ancaman awan panas dan lahar.
1.Uraian berikut merupakan tanggapan yang tepat untuk isi informasi paragraph ke-1, yaitu….
A.Saya sangat senang dengan meletusnya gunung merapi, karena setelah itu tanah disekitar letusan akan menjadi subur.
B.Saya menyesali penjelasan Badan Geologi yang tidak dapat menghentikan letusan gunung merapi.
C.Gunung merapi memang sudah waktunya meletus.
D.Persoalan gunung meletus ini urusan juru kunci Gunung Merapi, yaitu Mbah Marijan.
E.Saya sangat prihatin dengan adanya bencana alam ini, apalagi tidak dapat diprediksi kapan letusannya akan berakhir.
2.Uraian berikut merupakan tanggapan yang tepat untuk isi informasi paragraf ke-2, yaitu….
A.Apapun penjelasan yang disampaikan oleh Badan Geologi, gunung merapi tetap meletus
B.Sebaiknya kita tidak mudah percaya dengan apa yang dikatakan R. Sukhyar
C.Sebaiknya sejak awal pihak Badan Geologi menahan Gunung Merapi agar tidak meletus
D.Sebaiknya masyarakat disekitar Gunung merapi tetap waspada menghadapi segala kemungkinan yang disebabkan oleh letusan yang belum bias iprediksi kapan akan berakhir.
E.Belum bias diprediksi kapan letusan Gunung Merapi akan berakhir.
3.Populasi binatang bermata sipit ini sekarang sudah semakin sedikit. Diperkirakan hanya 2.400 ekor badak hitam dan 3.000 ekor badak putih yang tersisa di alam bebas. Jumlah badak jenis lainnya tidak lebih banyak dari badak-badak tersebut. Karena jumlahnya semakin menipis, kini di berbagai Negara badak dilindungi undang-undang. Orang yang membunuh dan menangkapnya dan mendapat hukuman penjara atau denda.
Ide pokok paragraf di atas adalah ….
A.Sanksi diberikan kepada yang membunuh atau menangkap badak.
B.Badak dilindungi undang-undang
C.Populasi badak semakin sedikit
D.Badak hitam semakin sedikit daripada badak putih
E.Badak hidup di alam bebas
4.Minggu lalu kami (empat sekawan) baru saja turun dari kereta api di Stasiun Palmerah, Jakarta Selatan. Kami berasal dari kampong. Kami masing-masing menenteng sebuah tas sederhana berwarna gelap. Eh, begitu keluar dari stasiun, tiba-tiba digeledah di sekitar Gedung MPR/DPR yang memang letaknya berdekatan dengan stasiun tersebut. Polisi menemukan sejumlah golok baru dari tas kami. Akhirnya polisi menangkap dan membawa kami ke Markas Kepolisian Daerah (POLDA) Metrojaya. Kami diumumkan sebagai tersangka pembawa senjata tajam, padahal kami hanya pedagang golok.
Penggalan paragraph tersebut berisi tentang ….
A.Pengalaman lucu
B.Semata-mata cerita rekaan
C.Informasi penting yang perlu dicatat
D.Laporan perjalanan
E.Peristiwa yang tidak menyenangkan
5. Di antara pilihan berikut, pengertian membaca cepat yang paling tepat adalah ….
A. membaca dengan secepat mungkin
B. membaca dengan mengutamakan kecepatan waktu baca dan mengabaikan isi bacaan
C. Membaca dengan cepat berdasarkan teknik tertentu dan memahami isi bacaan seoftimal mungkin
D. membaca dengan cepat berdasarkan teknik tertentu tanpa perlu memahami isi bacaan
E. membaca dengan batasa waktu tertentu
6.Cermatilah paragraf berikut!
Yang Bangkit di bawah Tenda
Satu bulan setelah bencana tsunami, proses belajar mengajar di Aceh Sudah dimulai. Para murid tetap semangat dan tabah di tengah keterbatasan. Di sebuah sekolah darurat di Lampaya, pinggiran Aceh, mereka membagi duka. Sebanyak 36 siswa SMA kelas X duduk lesehan di bawah tenda. Dibimbing oleh gurunya, Aniqotul Ummah, 22 tahun, mereka secara bergiliran mengisahkan pengalamannya saat tsunami menerjang.
Tidak semua siswa sanggup menuturkan musibah yang merenggut keluarganya. Begitu pula Ari, 17 tahun, ketika mendapat giliran, ia malah termangu, tidak serta merta bersuara. Baru setelah Bu Guru menyemangati, mengalirlah kata-kta dari mulutnya. Tasunami telah merenggut ibu dan adiknya yang baru berusia 2 tahun. Remaja ini mengaku sangat terpukul. Ari sempat meneteskan air mata saat bercerita. “Dulu cita-cita saya ingin jadi tentara. Tapi sekarang, enggak tahulah” katanya.
Informasi paragraph pertama teks “Yang Bangkit di bawah Tenda” adalah…
A.Proses belajar mengajar di Aceh telah dimulai
B.Semangat belajar anak-anak Aceh telah bangkit
C.Anak Aceh saling berbagi kisah
D.Sekolah darurat di Aceh kurang lebih berjumlah 140
E.SD Negeri 34 Banda Aceh terletak di Jalan P. Nyak Makam no. 18, Banda Aceh
7.Berikut ini merupakan kata-kata yang sebaiknya tidak digunakan ketika menyampaikan tanggapan, yaitu….
A.Saya belum bias menangkap maksud Saudara, bisakah …..
B.Apakah tidak lebih baik jika ….
C.Saya setuju dengan pendapat Saudara…..
D.Pendapat Saudara tidak salah. Namun saya mempunyai pendapat yang berbeda…
E.Saya rasa pendapat Anda tidak penting untuk dikemukakan disini.
8.Sebuah berita dianggap objektif, jika….
A.Berdasarkan fakta
B.Berdasarkan penelitian
C.Berdasarkan kepekaan penulis berita
D.Berdasarkan penelusuran informasi
E.Berdasarkan keadaan yang sebenarnya
9.Cermati paragraf berikut dengan seksama!
Setelah dilakukan wawancara kepada murid kelas X SMAN 83 untuk mengetahui minat siswa masuk IPA, terdiri dari 2 kelas IPS dan Bahasa masing-masing kelas berjumlah 25 orang. Dari hasil wawancara terkumpul data sebagai berikut, IPA berminat 4 orang, IPS berjumlah 8 orang.
Kata tidak baku dalam wacana tersebut adalah ….
A.Mengetahui
B.Berjumlah
C.Siswa
D.Terkumpul
E.Murid
10.Saudara-saudara, kita ingin membangun karakter bangsa yang memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu yang tinggi yang akhirnya melahirkan manusia yang kreatif dan monivatif. Marilah kita jadi manusia yang cerdas demi mambangun karakter bangsa.
Paragraf di atas termasuk jenis paragraph….
A.Narasi
B.Argumentasi
C.persuasif
D.eksposisi
E.deskripsi
11.Pertemuan yang bertujuan menampung pendapat-pendapat tentang suatu masalah atau suatu subjek, sementara pembicara meyampaikan pemikiran atau konsep-konsep, dilanjutkan dengan pertanyaan dari kelompok pendengar, disebut ….
A.Diskusi panel
B.Symposium
C.Seminar
D.Sumbang saran
E.Rapat
12. ‘’Di Indonesia tingkat sosial dan budaya masyarakat sangat heterogen, unsur geografis juga memberikan banyak peluang perbedaan. Jadi, sulit berbicara dengan menggenalisir. Publikasi tentang kasus-kasus jelek, banyak, sehingga terasa kehidupan remaja sudah rusak.” Nilai-nilai yang paling dominan dalam kutipan di atas adalah ....
A. Sosial
B. Agama
C. Budaya
D. Kemanusiaan
E. Pendidikan
13. Setelah selama delapan bulan mendekam di penampungan, akhirnya Aneng berhasil juga diberangkatkan. Resmilah dia jadi tenaga kerja wanita asal kampungku yang bakal mendulang uang real di negeri seribu gurun. Pemikirannya tidah pernah diracuni oleh berbagai kabar tentang nasib malang para TKW. Baginya nasib sudah diatur Tuhan. Dan dia bebas melakukan apa saja untuk membiayai tiga anak laki-laki dan satu anak perempuannya yang masih berusia satu tahun. Tidak banyak juga cita-citanya, bisa memiliki rumah dan membeli swah untuk bekal hidup, serta satu sepeda motor untuk Egi, anaknya yang paling tua, yang kini berumur lima belas tahun. Unsur ekstrinsik yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....
A. riwayat hidup pengarang
B. zaman ketika karya itu diciptakan
C. keadaan masyarakat ketika karya itu diciptakan
D. ideologi, agama, dan pandangan hidup pengarang
E. riwayat hidup tokoh
14. Sudut pandang yang digunakan pengarang adalah ....
A. Orang pertama dan pengganti orang ketiga
B. Orang pertama dan pengganti orang kedua
C. Dia sebagai pengamat
D. Orang pertama sebagai pengamat
E. Orang kedua
15.Di balik jendela, kembang Hortensia biru bermandikan sinar bulan yang perak, sengaja wanita itu menyimpan di sana agar ia selalu ingat, kembang itu adalah kembang yang melambangkan perasaan kasih sayang dalam dan harapan. Satria mempersembahkannya pada waktu itu. Unsur intrinsik yang menonjol dari kutipan cerpen di atas adalah ....
A. Alur
B. Tokoh
C. Latar
D. Sudut pandang
E. Nilai
16. Tokoh utama cerpen di atas adalah ...
A. Saya
B. Satria
C. Saya dan dia
D. Hortensia
E. Dia
17. Udara dingin menyapu bersih seluruh kehidupan di kaki gunung. Dari hamparan teh, sehingga menyisakan kabut tebal di semua tempat. Bahkan ke sudut-sudut lipatan tanah, bagian tubuh tebing sampai dasarnya. Tak da yang terlewat, sampai ke sela-sela pohon dan dedaunan. Demikian juga bebatuan.
Latar yang menonjol pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Latar waktu
B. Latar tempat
C. Latar budaya
D. Latar waktu dan tempat
E. Latar social
18. Dua bulan berlalu, setelah melewati empat puluh hari meninggalnya Pak ustad Hidayat, beberapa orang laki-laki yang sedang mengerjakan sholat magrib berjamaah, dikejutkan oleh seorang laki-laki setengah baya di mesji itu. Dia duduk bersila dengan khusuk di bagian sisi dekat dinding sebelah kanan. Disampingnya diletakkan sebuah buntelan kain kira-kira sebesar dua kali bola sepak. Mungkin pakaian atau perbekalan. Dia terlihat seperti seorang pengembara. Tak ada seorangpun yang berani menyapanya, apalagi sejak uai sholat magrib, dia hanya menunduk menghadap kiblat. Segala doa-doa wirid seperti habis dibacanya. Gerakan jari tampak begitu terbiasa memindahkan butir-butir buah hajeli pada tasbihnya. Yang aneh, laki-laki itu memegang tasbih dengan tangan kirinya. Hal yang tidak lazim memperlakukan benda perlambang dan bernilai religius itu. Hingga menjelang azan isya, dia tidak terpengaruh oleh beberapa pasang mata yang memperhatikannya. Pikirannya seperti terfokus pada satu titik, Yang Maha Pencipta.
(“Laki-laki Penjaga Mesjid”, Is Wiati Kartadinata)
Unsur intrinsik yang menonjol pada kutipan tersebut adalah....
A. Tema
B. Watak
C. Sudut pandang
D. Latar
E. Tokoh
19. Beberapa teknik penulis dalam menggambarkan perwatakan tokoh cerita, kecuali ..
A. Teknik pengutaraan dan perasaan tokoh
B. Teknik reaksi tokoh terhadap peristiwa tertentu
C. Teknik percakapan tokoh
D. Teknik reaksi tokoh lain
E. Teknik penggambaran latar sosial tokoh
20. Berikut ini yang tidak termasuk unsur instrinsik karya sastra adalah ...
A. Alur
B. Penokohan
C. Nilai budaya
D. Latar belakang pengarang
E. Sudut pandang
21.Latar tempat pada cerpen ‘’Hortensia’’ adalah ...
A. Istana
B. Rumah tokoh
C. Hotel
D. Losmen
E. Apartemen
22.Di kampungnya dia dipanggil Bu Guru Pijit. Sesungguhnya dia buka guru pijit. Bukan juga guru. Dia tukang pijit. Ah, tidak juga sesungguhnya. Sebab bukankah tukang pijit terlalu sering dibayangkan sebagai mereka yang suka menjelajah lorong-lorong kota dengan tongkat yang dihentakkan dan berbunyi ‘’crek-crek’’ itu? Atau mereka yang suka duduk berderet di depan losmen atau hotel? Dia agak lain. Dia memijit, tetapi bukan dalam gaya dan dengan cara seperti yang tersebut itu. Dia memijit hanya menurut panggilan saja tidak menunggu di losmen atau jalan-jalan sepanjang lorong. Tetapi alangkah banyaknya panggilan itu. Pijatan tangannya yang adem itu terkenal khasiatnya. Menurut mereka yang biasa dapat pijitannya, rasa pegal, capek, dan tegang hilang sama sekali begitu dia selesai mendapat pijitan itu. Seakan-akan mereka mendapat kekuatan baru ...
(Kutipan cerpen ‘’Sri Sumarah’’, karya Umar Kayam (1975))
Unsur intrinsik yang menonjol dari kutipan cerpen di atas adalah ...
A. Sudut pandang
B. Penokohan
C. Nilai moral
D. Amanat
E. Tema
23.(1) Di bagian depan, yang tidak terlalu jauh dari meja petugas terlihat sebuah rak kecil tempat menyimpan surat kabar. (2) Di dekatnya tampak lemari berkaca yang menyimpan koleksi berbagai kamus dan ensiklopedia. (3) Tampak pula kursi-kursi lengkap denagn meja - meja yang tertata di dekat dinding-dinding, menghadap keluar jendela. (4) Yang jelas, tidak lagi tampak tumpukan buku-buku itu sudah ditata di sebuah lemari yang khusus menyimpan buku-buku lama di sudut. (5) Sekarang buku-buku itu sudah ditata di sebuah lemari yang khusus menyimpan buku-buku lama.
Kalimat yang menunjukkan deskripsi sugesti adalah ...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
23. Hal yang harus diperhatikan ketika menceritakan pengalaman adalah ..
A. Sistematika,bahasa, dan gaya
B. Intonasi, ekspresi, dan bahasa
C. Ekspresi, gaya, dan bahasa
D. Sistematika, intonasi, dan interpretasi
E. Intonasi, ekspresi, dan gaya
24. Saya mempunyai seorang teman. Tingginya kira-kira seratus enam puluh centimeter. Matanya bulat, berkacamata. Hidungnya mancung dengan tahi lalat di pipi sebelah kiri. Jika tertawa, tampaklah kawat gigi seperti memagari giginya dengan ketat. Yang paling khas, temanku itu selalu menggunakan kardigan warna merah muda.
Deskripsi tersebut diuraikan secara ...
A. Teknis
B. Sugesti
C. Sudut pandang
D. Spesial
E. Impresionis
25. Di antara kalimat berikut yang sesuai untuk paragraf deskripsi adalah …
A. Gempa terjadi sekitar pukul 05.30 di saat sebagian besar penduduk masih berada di rumah.
B. Kota Bam memiliki benteng historis yang sebagian bangunannya berusia 2.00 tahun.
C. Pemerintah Iran mengirimkan sejumlah helikopter untuk melakukan evakuasi.
D. Gempa diperkirakan menewaskan ribuan orang.
E. Di sebuah jalan hanya sebatang pohon yang masih terlihat berdiri, sementara seluruh
bangunan di situ rata dengan tanah.
26.Hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca puisi adalah sebagai berikut, kecuali ...
A. suara harus terdengar jelas
B. irama puisi terbaca dengan tepat
C. harus penuh semangat
D. mimik dan pantomimik tepat
E. pelafalan kata jelas
27.Hal yang harus diperhatikan ketika memperkenalkan diri adalah ...
A. durasi waktu
B. suara
C.nada
D.irama
E. penghayatan
28.Contoh kalimat perkenalan terdapat pada pilihan ..
A. Saya setuju dengan pendapat Saudara karena sangat masuk akal.
B. Sebaiknya acara itu ditunda mengingat musibah yang menimpa teman kita.
C. Namanya Todi. Umurnya 14 tahun. Dia siswa baru di sekolah kita.
D. Saya keberatan dengan usulan itu karena akan menghabiskan biaya yang sangat
banyak.
E. Baiklah, saya akan mulai memperkenalkan diri pada kalian.
29. Kalimat-kalimat yang menunjukkan memperkenalkan diri adalah ...
A. Saya yakin teman-teman sedikit banyak sudah tahu tentangnya. Namun, dalam kesempatan ini saya akan uraikan biodatanya.
B.Di sanalah saya tinggal bersama orang tua dan kedua adik saya. Tentu saya senang kalau teman-teman mau singgah.
C.Waktu itu saya sangat ketakutan. Pengalaman bertemu harimau dalam jarak dekat sungguh menakutkan!
D.Saya suka menggambar, tetapi pelukis kenamaan ini bukan hanya suka. Beliau benar-benar profesional di bidang seni lukis.
E.Beliau gemar menulis sejak usia remaja. Tak heran jika dalam usia 18 tahun sudah menerbitkan kumpulan cerpen.
30. Kudayung sampan di teluk
Angin laut memeluk
Terdengar mendesir
Riak meminggir
Di tempat hening di air bening
Kucemplungkan pancing
Mata meniti garis alit
Pertemuan laut dengan langit
......................................................................
(‘’Istirahat’’ dalam kumpulan puisi Nelayan dan Laut, karya : Piek Ardijanto S.)
Kata terdengar,riak meminggir,hening, memberikan kesan terhadap pembaca seolah mendengar, melihat, dan merasakan apa yang dipikirkan penyair.
Hal semacam ini dalam unsur luar puisi termasuk ...
A.Tipografi
B.pengimajian
C.Rasa
D.Nada
E.Kata konkret
31. Hal yang penting dalam membaca puisi adalah ....
A. Pengolahan vokal
B. Menguasai pendegara
C. Ekpresi dan perasaan
D. Pengusaan terhadap puisi
E. Penampilan
32.Bacalah puisi berikut!
Kembang Setengah Jalan
Mejaku hendak dihiasi
Kembang jauh dari gunung
Kau petik sekarangan kembang,
Jauh jalan panas hari
Bunga layu setengah jalan
Karya : Armijin Pane
Isi puisi tersebut adalah ...
A.Bunga yang layu di tengah jalan
B.Panas membuat bunga dari gunung menjadi layu
C.Harapan tidak tercapai karena suatu sebab
D.Gagal mempersembahkan bunga untuk seseorang yang dikasihi
E.Kisah setangkai bunga
33. Tuhanku/di pintu-Mu aku mengetuk/aku tidak bisa berpaling
Pada penggalan puisi “Doa” di atas penulis ingin mengungkapkan bahwa .....
A.dia tidak bisa melupakan Tuhan
B.dia berharap sekali pada Tuhan agar doanya dikabulkan
C.dia mencoba mendatangi Tuhan
D.dia ingin berpaling dari Tuhan
E.dia berusaha mengetuk pintu tuhan, tapi tak bisa
40.Langkah pertama dalam kegiatan membaca puisi adalah .....
A. Memahami isi puisi
B. Melafalkan tiap kata dalam puisi
C. Mengolah suara
D. Mempelajari pendengar
E. Membaca puisi dalam hati
41.Ada beberapa kata dalam puisi yang harus mendapat perhatian lebih ketika dibacakan. Hal ini digunakan oleh pembaca puisi melalui .....
A. Pelafalan
B. Ekspresi
C. Nada atau intonasi
D. Penampilan
E. Tekanan
42.Pembacaan puisi yang baik adalah .....
A. Mampu menyampaikan isi puisi kepada pendengar
B. Mampu menganalisis pendengar dengan baik
C. Mampu menuangkan segala maksud puisi
D. Mampu mengajak pendengar menganalisis isi puisi
E. Mampu memberikan hiburan
43.Aku lalai dipagi hari
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Bait karya A. Hasjmy tersebut merupakan .....
A.Pantun
B.Quatrain
C.Syair
D.Puisi bebas
E.Soneta
44.Mencari ikan ditengah laut
Setelah pagi baru kembali
Kucari hati tempat berpaut
Selalu padamu berulang kali
Dari segi isi, pantun tersebut termasuk .....
A. Pantun nasib
B. Pantun berkasih-kasihan
C. Pantun jenaka
D. Pantun berkenalan
E. Pantun bersukacita
45.Jika ilmu tiada sempurna
Tiada berapa ia berguna
Bait diatas dapat digologkan sebagai .....
A. Karmina
B. Peribahasa
C. Gurindam
D. Pantun kilat
E. Distikon
46.Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyumnya terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang
‘’Gadis Perminta-minta’’, Toto Sudarto Bachtiar
Suasana yang tergambar dalam puisi di atas adalah ....
A. gelisah
B. gembira
C. resah
D. kacau
E. iba
47. Populasi binatang bermata sipit ini sekarang sudah semakin sedikit. Diperkirakan hanya2.400 ekor badak htam dan 3.000 ekor badak putih yang tersisa di alam bebas. Jumlah badak jenis lainnya tidak lebih banyak dari badak- badak tersebu. Karena jumlahnya yang semakin menipis, kini di berbagai Negara badak dilindungi undang-undang. Orang yang membunuh dan menangkapnya akan mendapat hukuman penjara atau denda.
Ide pokok paragraph di atas adalah ….
A.Sanksi diberikan kepada yang membunuh badak atau menangkap badak.
B.Badak dilindungi undang-undang.
C.Populasi badak semakin sedikit.
D.Badak hitam lebih sedikit daripada badak putih.
E.Badak hidup di alam bebas
48. Minggu lalu kami (empat sekawan) batu saja turun dari kereta api di Stasiun Palmerah, Jakarta Selatan. Kami berasal dari kampong menteng sebuah tas sederhana berwarna gelap. Eh, begitu keluar dari stasiun, tiba-tiba di geledah di sekitar Gedung MPR/DPR yuang memang letaknya berdekatang dengan station tersebut. Polisi menemukan sebuah golok baru dari tas kami,. Akhirnya polisi menangkap dan membawa kami ke markas kepolisian daerag (POLDA). Metrojaya. Kami diumumkan sebagai tersangka pembawa senjata tajam, padahal kami hanya pedagang golok.
A. penggalan paragraf tersebut berisi tentang…..
B. semata-mata cerita rekaan
C. informasi paling perlu dicatat.
D. laporan perjalanan
E. peristiwa yang tak menyenangkan
49. “Secara prinsip, saya menyetujui usul yang dikemukakan saudara Irfan. Usul tersebut terasa unik dan menarik, karena cukup menantang nyali kita untuk bergabung dalam lingkup arena para penggemar facebook dan internet.”
Tanggapan di atas merupakan….
A.Pertanyaan
B.Dukungan
C.Pendapat
D.Saran
E.Kritik
50.Tanggapan disampaikan secara sistematis. Makna kata yang tercetak miring adalah ….
A.Tanggapan dapat berkembang sewaktu-waktu jika diperlukan
B.Berurutan dari masalah kelompok ke masalah pribadi
C.Berurutan dari masalah pribadi ke masalah kelompok
D.Berurutan dari masalah kecil ke masalah besar
E.Berurutan dari maslah besar ke maslah kecil
Minggu, 28 November 2010
Kamis, 14 Oktober 2010
Contoh Proposal
PROPOSAL KEGIATAN
I. PENGERTIAN
Proposal merupakan pedoman kerja, gambaran atau peta perjalanan lengkap yang akan dilalui selama melakukan kegiatan, berarti bahwa ia telah mempunyai gambaran menyeluruh atau lengkap mengenai lingkup dan urutan kegiatannya, tenggang waktu, saat mulai, serta saat bilamana harus berakhirnya pelaksanaan dari masing-masing kegiatan, pihak-pihak lain yang terkait dan harus dihubungi, sarana yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Proposal penelitian merupakan suatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata.
Bagi sebuah organisasi (kepanitiaan), menyusun proposal kegiatan merupakan langkah yang sangat penting, karena langkah ini dapat menentukan berhsil tidaknya seluruh kegiatan.
Sebelum seseorang (organisasi, panitia) memulai dengan kegiatannya maka ia harus membuat perencanaan tertulis yang biasa disebut dengan proposal kegiatan. Di dalam istilah tersebut terkandung pengertian suatu usulan. Kelihatannya, sebuah kegiatan bukan hanya untuk organisasinya saja, karena kata “mengusulkan” mengandung makna bahwa sesuatu masih menunggu jawaban atau izin dari pihak lain.
Penyusunan proposal merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dan sebagai langkah awal untuk melaksanakan kegiatan. Dengan membuat proposal seseorang dituntut untuk merumuskan dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian sebuah organisasi dapat mengayunkan langkah dengan pasti dalam melaksanakan peneletiannya karena tanpa adanya keraguan lagi.
II. FORMAT PROPOSAL
Di samping tujuan, di dalam proposal juga disebutkan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan, antara lain: latar belakang diadakannya kegiatan, waktu dan tempat kegiatan, susunan kepanitiaan, peserta, rencana anggaran kegiatan, dan jadwal kegiatan.
Dalam kegiatannya, OSIS SMA Negeri 83 Jakarta, menggunakan dua jenis proposal, yaitu: Proposal kegiatan khusus dan Proposal kegiatan umum.
Proposal Kegiatan Khusus:
Proposal yang dibuat oleh Ekstrakurikuler, dan kepanitiannya terdiri dari para anggota ekskul tersebut, contoh: Diklat Fotografi oleh Klub Fotografi, Studi Islam Intensif (SII) oleh Rohis, Latihan Dasar Penelitian oleh KIR, Retret oleh Rokris.
Siapa yang menandatangani proposal ?
Untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Ekstrakurikuler, yang menandatangani adalah: Ketua Ekskul, Pembina Ekskul, Ketua OSIS, Pembina OSIS dan Mengetahui Kepala Sekolah, jika diperlukan Menyetujui Ketua Komite Sekolah.
Formasinya adalah sebagai berikut:
Klub Rohis Siswa,
Ketua OSIS, Ketua
______________ _______________
Pembina OSIS, Pembina Ekskul,
_______________ _______________
Mengetahui: Menyetujui:
Kepala SMA Negeri 83 Jakarta Ketua Komite Sekolah,
______________ _______________
Proposal Kegiatan Umum:
Proposal yang dibuat oleh pengurus OSIS, dan kepanitiannya terdiri dari seluruh pengurs OSIS, Ketua Ekskul dan anggota Ekskul yang aktif dalam setiap kegiatan, contoh: Masa Orientasi Siswa, LDKS, Pentas Seni, Perpisahan, dan lain-lain.
Siapa yang menandatangani proposal ?
Untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurs OSIS dan ketua Ekstrakurikuler, yang menandatangani adalah: Sekretaris Panitia, Ketua Panitia, Ketua OSIS, Pembina OSIS Mengetahui Kepala Sekolah, jika diperlukan Menyetujui Ketua Komite Sekolah.
Formasinya adalah sebagai berikut:
Panitia Proteksi 2010
Ketua Panitia, Sekretaris,
______________ _______________
Pembina OSIS, Ketua OSIS,
_______________ _______________
Mengetahui: Menyetujui:
Kepala SMA Negeri 83 Jakarta Ketua Komite Sekolah,
______________ _______________
I. PENGERTIAN
Proposal merupakan pedoman kerja, gambaran atau peta perjalanan lengkap yang akan dilalui selama melakukan kegiatan, berarti bahwa ia telah mempunyai gambaran menyeluruh atau lengkap mengenai lingkup dan urutan kegiatannya, tenggang waktu, saat mulai, serta saat bilamana harus berakhirnya pelaksanaan dari masing-masing kegiatan, pihak-pihak lain yang terkait dan harus dihubungi, sarana yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Proposal penelitian merupakan suatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata.
Bagi sebuah organisasi (kepanitiaan), menyusun proposal kegiatan merupakan langkah yang sangat penting, karena langkah ini dapat menentukan berhsil tidaknya seluruh kegiatan.
Sebelum seseorang (organisasi, panitia) memulai dengan kegiatannya maka ia harus membuat perencanaan tertulis yang biasa disebut dengan proposal kegiatan. Di dalam istilah tersebut terkandung pengertian suatu usulan. Kelihatannya, sebuah kegiatan bukan hanya untuk organisasinya saja, karena kata “mengusulkan” mengandung makna bahwa sesuatu masih menunggu jawaban atau izin dari pihak lain.
Penyusunan proposal merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dan sebagai langkah awal untuk melaksanakan kegiatan. Dengan membuat proposal seseorang dituntut untuk merumuskan dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian sebuah organisasi dapat mengayunkan langkah dengan pasti dalam melaksanakan peneletiannya karena tanpa adanya keraguan lagi.
II. FORMAT PROPOSAL
Di samping tujuan, di dalam proposal juga disebutkan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan, antara lain: latar belakang diadakannya kegiatan, waktu dan tempat kegiatan, susunan kepanitiaan, peserta, rencana anggaran kegiatan, dan jadwal kegiatan.
Dalam kegiatannya, OSIS SMA Negeri 83 Jakarta, menggunakan dua jenis proposal, yaitu: Proposal kegiatan khusus dan Proposal kegiatan umum.
Proposal Kegiatan Khusus:
Proposal yang dibuat oleh Ekstrakurikuler, dan kepanitiannya terdiri dari para anggota ekskul tersebut, contoh: Diklat Fotografi oleh Klub Fotografi, Studi Islam Intensif (SII) oleh Rohis, Latihan Dasar Penelitian oleh KIR, Retret oleh Rokris.
Siapa yang menandatangani proposal ?
Untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Ekstrakurikuler, yang menandatangani adalah: Ketua Ekskul, Pembina Ekskul, Ketua OSIS, Pembina OSIS dan Mengetahui Kepala Sekolah, jika diperlukan Menyetujui Ketua Komite Sekolah.
Formasinya adalah sebagai berikut:
Klub Rohis Siswa,
Ketua OSIS, Ketua
______________ _______________
Pembina OSIS, Pembina Ekskul,
_______________ _______________
Mengetahui: Menyetujui:
Kepala SMA Negeri 83 Jakarta Ketua Komite Sekolah,
______________ _______________
Proposal Kegiatan Umum:
Proposal yang dibuat oleh pengurus OSIS, dan kepanitiannya terdiri dari seluruh pengurs OSIS, Ketua Ekskul dan anggota Ekskul yang aktif dalam setiap kegiatan, contoh: Masa Orientasi Siswa, LDKS, Pentas Seni, Perpisahan, dan lain-lain.
Siapa yang menandatangani proposal ?
Untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurs OSIS dan ketua Ekstrakurikuler, yang menandatangani adalah: Sekretaris Panitia, Ketua Panitia, Ketua OSIS, Pembina OSIS Mengetahui Kepala Sekolah, jika diperlukan Menyetujui Ketua Komite Sekolah.
Formasinya adalah sebagai berikut:
Panitia Proteksi 2010
Ketua Panitia, Sekretaris,
______________ _______________
Pembina OSIS, Ketua OSIS,
_______________ _______________
Mengetahui: Menyetujui:
Kepala SMA Negeri 83 Jakarta Ketua Komite Sekolah,
______________ _______________
Senin, 23 Agustus 2010
Proposal Sanlat
PROPOSAL KEGIATAN
PESANTREN KILAT RAMADHAN 1431 HIJRIAH (2010 M)
I. PENDAHULUAN
Salah satu indikator generasi berkualitas adalah lahirnya manusia-manusia cerdas secara spiritual, dalam rangka mewujudkan generasi muda yang berkualitas, ASMA Negeri 83 Jakarta mencanangkan suatu visi sekolah yaitu mewujudkan siswa yang berakhlaq, berilmu, dan berprastasi. Visi sekolah tersebut dijabarkan menjadi misi sekolah, yaitu: melaksanakan pembinaan mental dan spiritual secara rutin, berkesinambungan berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi pembelajaran yang inovatif melalui multimedia, menumbuhkembangkan semangat belajar mandiri sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang unggul, dan mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terprogram.
Berdasarkan visi dan misi sekolah tersebut, SMA Negeri 83 Jakarta berusaha merealisasikan dalam berbagai program terutama yang berkaitan dengan akhlaq diantaranya tadarus Al-Quran sebelum jam belajar (KBM), peringatan hari besar islam seperti Maulid Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wassalam, Is’ra Mi’raj, dan pembinaan keagamaan melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam (ROHIS). Program-program tersebut lebih intensif dengan diperjelas dalam kegiatan pembinaan akhlaq mulia yang lebih intensif dengan diperjelas dalam kegiatan pembinaan akhlaq mulia yang lebih terprogram dan terperinci. Pada bulan Ramadhan ini kegiatan pembinaan akhlaq mulia dan ilmu agama difokuskan pada kegiatan pesantren kilat.
Kegiatan pesantren kilat ini akan diisi dengan kreatifitas seni islam (puisi,marawis, theater, lagu-lagu religius), dan peningkatan pemahaman terhadap agama serta nilai-nilai ibadah, aqidah, Al-Quran,akhlaq,tarikh, serta metodologi dakwah.
Demi sukses dan lancarnya kegiatan pesantren kilat ini, maka panitia memohon ijin dan bantuan dana kepada Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 83 Jakarta.
II. TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan pesantren kilat ini bertujuan melaksanakan program sekolah dan mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat, demi mewujudkan siswa SMA Negeri 83 yang berakhlaq mulia, memiliki iman dan taqwa, aqidah yang kuat, taat beribadah sesuai dengan syariah islam, berpegang teguh kepada Al-Quran dan Hadist serta sejarah keteladanan Nabi Muhammad SAW.
III. DASAR KEGIATAN
Dasar kegiatan ini adalah :
1. Visi-misi sekolah
2. Program Kerja Sekolah
3. Program kerja OSIS
IV. PESERTA
Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas X sebanyak 220 orang.
V. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan pesantren kilat ini akan dilaksanakan di gedung SMA Negeri 83 Jakarta selama tiga hari mulai tanggal 30 Agustus s/d 2 September 2010.
VI. SUSUNAN PANITIA
Panitia kegiatan pesantren kilat Tahun Pelajaran 2010 :
Pengarah : Drs.Budi Susilo,M.M ( Kepala SMA Negeri 83 Jakarta )
Penanggungjawab : Drs.Syathori (wakasek bidang kesiswaan)
Ketua : Dra.Tini Martini
Sekretaris : Dedeh Turidah,S.Pd
Bendahara : - Nurniwati, S.Pd.
- Drs.Sugianto,M.M.
Anggota : Mazdalifah Daulay,S.Pd
Dra.Sri Budiyanti
Deliana, S.Pd.
VII. ANGGARAN BIAYA
Rencana anggaran biaya kegiatan pesantren kilat tahun 2010
A. Pemasukan
1. Anggaran OSIS Rp 2.000.000,-
2. Anggaran IPDB Rp 3.500.000,-
Jumlah total Rp 5.500.000,-
B. Pengeluaran
1. Tutorial materi Sanlat Rp 75.000 X 6 orang X 6 season Rp 2.700.000,-
2. Tutorial metode dakwah Rp 200.000,-
3. Dokumantasi Rp 150.000,-
4. Konsumsi buka puasa bersama guru, Tim Marawis, dan
Pengurus OSIS Rp. 10.000,- X 30 orang Rp 300.000,- 5. Aqua gelas 2 Dus Rp 30.000,-
6. Peralatan dan kebersihan Rp 150.000,-
7. Transport kepanitiaan Rp.75.000,-X 8 orang X 3 hari Rp1.800.000,-
8. Hadiah lomba dakwah Rp 170.000,-
Jumlah total Rp 5.500.000,-
Jakarta,23 Agustus 2010
Panitia Pesantren Kilat
Ketua Bendahara
Dra.Tini Martini Nurniwati,S.Pd
NIP:131600176 NIP:131768419
VIII. JADWAL KEGIATAN
Terlampir
IX. MOTTO KEGIATAN
Melalui SANLAT kita wujudkan siswa SMA Negeri 83 yang berakhlaq mulia.
X. PENUTUP
Akhirnya panitia mengucapkan terima kasih dan memohon dukungan dari Bapak Kepala Sekolah selaku pimpinan SMA Negeri 83, agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan harapan dapat mewujudkan generasi muda khususnya siswa SMA Negeri 83 Jakarta yang cerdas, terampil, dan taqwa. Panitia juga memohon kapada Bapak/ Ibu guru yang ditunjuk sebagai tutor (pemateri) untuk dapat membantu kelancaran kegiatan pesantren kilat ini.
Jakarta, 23 Agustus 2010
Panitia Pesantren Kilat
Ketua Sekretaris
Dra. Tini Martini Dedeh Turidah,S.Pd
NIP:131600176 NIP:196406061985032011
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 83 Jakarta
Drs.Budi Susilo,M.M
NIP:131816884
PESANTREN KILAT RAMADHAN 1431 HIJRIAH (2010 M)
I. PENDAHULUAN
Salah satu indikator generasi berkualitas adalah lahirnya manusia-manusia cerdas secara spiritual, dalam rangka mewujudkan generasi muda yang berkualitas, ASMA Negeri 83 Jakarta mencanangkan suatu visi sekolah yaitu mewujudkan siswa yang berakhlaq, berilmu, dan berprastasi. Visi sekolah tersebut dijabarkan menjadi misi sekolah, yaitu: melaksanakan pembinaan mental dan spiritual secara rutin, berkesinambungan berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi pembelajaran yang inovatif melalui multimedia, menumbuhkembangkan semangat belajar mandiri sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang unggul, dan mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terprogram.
Berdasarkan visi dan misi sekolah tersebut, SMA Negeri 83 Jakarta berusaha merealisasikan dalam berbagai program terutama yang berkaitan dengan akhlaq diantaranya tadarus Al-Quran sebelum jam belajar (KBM), peringatan hari besar islam seperti Maulid Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wassalam, Is’ra Mi’raj, dan pembinaan keagamaan melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam (ROHIS). Program-program tersebut lebih intensif dengan diperjelas dalam kegiatan pembinaan akhlaq mulia yang lebih intensif dengan diperjelas dalam kegiatan pembinaan akhlaq mulia yang lebih terprogram dan terperinci. Pada bulan Ramadhan ini kegiatan pembinaan akhlaq mulia dan ilmu agama difokuskan pada kegiatan pesantren kilat.
Kegiatan pesantren kilat ini akan diisi dengan kreatifitas seni islam (puisi,marawis, theater, lagu-lagu religius), dan peningkatan pemahaman terhadap agama serta nilai-nilai ibadah, aqidah, Al-Quran,akhlaq,tarikh, serta metodologi dakwah.
Demi sukses dan lancarnya kegiatan pesantren kilat ini, maka panitia memohon ijin dan bantuan dana kepada Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 83 Jakarta.
II. TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan pesantren kilat ini bertujuan melaksanakan program sekolah dan mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat, demi mewujudkan siswa SMA Negeri 83 yang berakhlaq mulia, memiliki iman dan taqwa, aqidah yang kuat, taat beribadah sesuai dengan syariah islam, berpegang teguh kepada Al-Quran dan Hadist serta sejarah keteladanan Nabi Muhammad SAW.
III. DASAR KEGIATAN
Dasar kegiatan ini adalah :
1. Visi-misi sekolah
2. Program Kerja Sekolah
3. Program kerja OSIS
IV. PESERTA
Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas X sebanyak 220 orang.
V. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan pesantren kilat ini akan dilaksanakan di gedung SMA Negeri 83 Jakarta selama tiga hari mulai tanggal 30 Agustus s/d 2 September 2010.
VI. SUSUNAN PANITIA
Panitia kegiatan pesantren kilat Tahun Pelajaran 2010 :
Pengarah : Drs.Budi Susilo,M.M ( Kepala SMA Negeri 83 Jakarta )
Penanggungjawab : Drs.Syathori (wakasek bidang kesiswaan)
Ketua : Dra.Tini Martini
Sekretaris : Dedeh Turidah,S.Pd
Bendahara : - Nurniwati, S.Pd.
- Drs.Sugianto,M.M.
Anggota : Mazdalifah Daulay,S.Pd
Dra.Sri Budiyanti
Deliana, S.Pd.
VII. ANGGARAN BIAYA
Rencana anggaran biaya kegiatan pesantren kilat tahun 2010
A. Pemasukan
1. Anggaran OSIS Rp 2.000.000,-
2. Anggaran IPDB Rp 3.500.000,-
Jumlah total Rp 5.500.000,-
B. Pengeluaran
1. Tutorial materi Sanlat Rp 75.000 X 6 orang X 6 season Rp 2.700.000,-
2. Tutorial metode dakwah Rp 200.000,-
3. Dokumantasi Rp 150.000,-
4. Konsumsi buka puasa bersama guru, Tim Marawis, dan
Pengurus OSIS Rp. 10.000,- X 30 orang Rp 300.000,- 5. Aqua gelas 2 Dus Rp 30.000,-
6. Peralatan dan kebersihan Rp 150.000,-
7. Transport kepanitiaan Rp.75.000,-X 8 orang X 3 hari Rp1.800.000,-
8. Hadiah lomba dakwah Rp 170.000,-
Jumlah total Rp 5.500.000,-
Jakarta,23 Agustus 2010
Panitia Pesantren Kilat
Ketua Bendahara
Dra.Tini Martini Nurniwati,S.Pd
NIP:131600176 NIP:131768419
VIII. JADWAL KEGIATAN
Terlampir
IX. MOTTO KEGIATAN
Melalui SANLAT kita wujudkan siswa SMA Negeri 83 yang berakhlaq mulia.
X. PENUTUP
Akhirnya panitia mengucapkan terima kasih dan memohon dukungan dari Bapak Kepala Sekolah selaku pimpinan SMA Negeri 83, agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan harapan dapat mewujudkan generasi muda khususnya siswa SMA Negeri 83 Jakarta yang cerdas, terampil, dan taqwa. Panitia juga memohon kapada Bapak/ Ibu guru yang ditunjuk sebagai tutor (pemateri) untuk dapat membantu kelancaran kegiatan pesantren kilat ini.
Jakarta, 23 Agustus 2010
Panitia Pesantren Kilat
Ketua Sekretaris
Dra. Tini Martini Dedeh Turidah,S.Pd
NIP:131600176 NIP:196406061985032011
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 83 Jakarta
Drs.Budi Susilo,M.M
NIP:131816884
Proposal Sanlat
PROPOSAL KEGIATAN
PESANTREN KILAT RAMADHAN 1431 HIJRIAH (2010 M)
I. PENDAHULUAN
Salah satu indikator generasi berkualitas adalah lahirnya manusia-manusia cerdas secara spiritual, dalam rangka mewujudkan generasi muda yang berkualitas, ASMA Negeri 83 Jakarta mencanangkan suatu visi sekolah yaitu mewujudkan siswa yang berakhlaq, berilmu, dan berprastasi. Visi sekolah tersebut dijabarkan menjadi misi sekolah, yaitu: melaksanakan pembinaan mental dan spiritual secara rutin, berkesinambungan berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi pembelajaran yang inovatif melalui multimedia, menumbuhkembangkan semangat belajar mandiri sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang unggul, dan mengembangkan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terprogram.
Berdasarkan visi dan misi sekolah tersebut, SMA Negeri 83 Jakarta berusaha merealisasikan dalam berbagai program terutama yang berkaitan dengan akhlaq diantaranya tadarus Al-Quran sebelum jam belajar (KBM), peringatan hari besar islam seperti Maulid Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wassalam, Is’ra Mi’raj, dan pembinaan keagamaan melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam (ROHIS). Program-program tersebut lebih intensif dengan diperjelas dalam kegiatan pembinaan akhlaq mulia yang lebih intensif dengan diperjelas dalam kegiatan pembinaan akhlaq mulia yang lebih terprogram dan terperinci. Pada bulan Ramadhan ini kegiatan pembinaan akhlaq mulia dan ilmu agama difokuskan pada kegiatan pesantren kilat.
Kegiatan pesantren kilat ini akan diisi dengan kreatifitas seni islam (puisi,marawis, theater, lagu-lagu religius), dan peningkatan pemahaman terhadap agama serta nilai-nilai ibadah, aqidah, Al-Quran,akhlaq,tarikh, serta metodologi dakwah.
Demi sukses dan lancarnya kegiatan pesantren kilat ini, maka panitia memohon ijin dan bantuan dana kepada Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 83 Jakarta.
II. TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan pesantren kilat ini bertujuan melaksanakan program sekolah dan mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat, demi mewujudkan siswa SMA Negeri 83 yang berakhlaq mulia, memiliki iman dan taqwa, aqidah yang kuat, taat beribadah sesuai dengan syariah islam, berpegang teguh kepada Al-Quran dan Hadist serta sejarah keteladanan Nabi Muhammad SAW.
III. DASAR KEGIATAN
Dasar kegiatan ini adalah :
1. Visi-misi sekolah
2. Program Kerja Sekolah
3. Program kerja OSIS
IV. PESERTA
Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas X sebanyak 220 orang.
V. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan pesantren kilat ini akan dilaksanakan di gedung SMA Negeri 83 Jakarta selama tiga hari mulai tanggal 30 Agustus s/d 2 September 2010.
VI. SUSUNAN PANITIA
Panitia kegiatan pesantren kilat Tahun Pelajaran 2010 :
Pengarah : Drs.Budi Susilo,M.M ( Kepala SMA Negeri 83 Jakarta )
Penanggungjawab : Drs.Syathori (wakasek bidang kesiswaan)
Ketua : Dra.Tini Martini
Sekretaris : Dedeh Turidah,S.Pd
Bendahara : - Nurniwati, S.Pd.
- Drs.Sugianto,M.M.
Anggota : Mazdalifah Daulay,S.Pd
Dra.Sri Budiyanti
Deliana, S.Pd.
VII. ANGGARAN BIAYA
Rencana anggaran biaya kegiatan pesantren kilat tahun 2010
A. Pemasukan
1. Anggaran OSIS Rp 2.000.000,-
2. Anggaran IPDB Rp 3.500.000,-
Jumlah total Rp 5.500.000,-
B. Pengeluaran
1. Tutorial materi Sanlat Rp 75.000 X 6 orang X 6 season Rp 2.700.000,-
2. Tutorial metode dakwah Rp 200.000,-
3. Dokumantasi Rp 150.000,-
4. Konsumsi buka puasa bersama guru, Tim Marawis, dan
Pengurus OSIS Rp. 10.000,- X 30 orang Rp 300.000,- 5. Aqua gelas 2 Dus Rp 30.000,-
6. Peralatan dan kebersihan Rp 150.000,-
7. Transport kepanitiaan Rp.75.000,-X 8 orang X 3 hari Rp1.800.000,-
8. Hadiah lomba dakwah Rp 170.000,-
Jumlah total Rp 5.500.000,-
Jakarta,23 Agustus 2010
Panitia Pesantren Kilat
Ketua Bendahara
Dra.Tini Martini Nurniwati,S.Pd
NIP:131600176 NIP:131768419
VIII. JADWAL KEGIATAN
Terlampir
IX. MOTTO KEGIATAN
Melalui SANLAT kita wujudkan siswa SMA Negeri 83 yang berakhlaq mulia.
X. PENUTUP
Akhirnya panitia mengucapkan terima kasih dan memohon dukungan dari Bapak Kepala Sekolah selaku pimpinan SMA Negeri 83, agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan harapan dapat mewujudkan generasi muda khususnya siswa SMA Negeri 83 Jakarta yang cerdas, terampil, dan taqwa. Panitia juga memohon kapada Bapak/ Ibu guru yang ditunjuk sebagai tutor (pemateri) untuk dapat membantu kelancaran kegiatan pesantren kilat ini.
Jakarta, 23 Agustus 2010
Panitia Pesantren Kilat
Ketua Sekretaris
Dra. Tini Martini Dedeh Turidah,S.Pd
NIP:131600176 NIP:196406061985032011
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 83 Jakarta
Drs.Budi Susilo,M.M
NIP:131816884
Minggu, 18 Juli 2010
Senin, 07 Juni 2010
Practical Intuition
JUDUL :PRACTICAL INTUITION
PENGARANG :LAURA DAY
PENERJEMAH :RATIS RAMELAN
PENERBIT :PT.SERAMBI ILMU SEMESTA
TEBAL :333 HALAMAN
CERAKAN I : APRIL 2006
Intuisi merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil seperti kemampuan berbahasa dan berpikir. Intuisi bukan kekuatan yang diperoleh seseorang, melainkan bagian integral dari setiap proses mental, emosional dan fisik manusia.
Intuitif secara sederhana berarti insting, dimana seseorang secara sadar menggunakan intuisinya dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerjanya. Intuisi dapat digunakan dengan cara-cara yang sangat praktis, untuk menyatakan informasi yang tepat, dapat diraba dan dipercaya.
Fungsi intuisi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bisa mengungkapkan kebenaran sesuai dengan pertanyaan yang telah dirumuskan oleh jiwa dan hati. Sesungguhnya hanya diri sendirilah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan besar dalam kehidupan.
Setiap orang sudah bersifat intuitif, bahkan sudah mengakses indra keenam secara tidak sadar sepanjang waktu. Hanya saja tidak disadarinya atau tidak mengenalinya. Setiap orang menerima informasi secara intuitif, kemudian menggunakan intuisi dalam setiap keputusan-keputusan praktis kehidupannya. Kiat menggunakan intuisi dengan lebih efektif adalah “ membawa” data-data dari alam bawah sadar untuk ditafsirkan oleh alam sadar. Intuisi berbicara dalam bahasa symbol dan potongan-potongan gambar. Jarang sekali intuisi berbicara dengan kalimat lengkap. Terkadang intuisi tertutupi oleh pengetahuan dan logika.
Untuk dapat menggunakannnya, intuisi harus dilatih dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan, namun kita harus berhati-hati dengan pertanyaan yang hendak diajukan pada intuisi, karena intuisi akan menjawabnya. Pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan dengan benar merupakan pertanyaan yang sudah terjawab separuhnya.
Tiga syarat pertanyaan yang bagus untuk diajukan pada intuisi:
1. pertanyaan harus spesifik dan tidak ambigu sehingga memunculkan jawaban yang tepat. Misalnya : apakah saya akan menikah pada tanggal 10 Oktober 2010 ?
2. pertanyaan harus sederhana, tidak majemuk. Misalnya : apakah saya sudah mengenal pria impian saya?
3. pertanyaan harus relevan secara langsung pada isu yang ingin diketahui. Misalnya : kapan saya akan bertemu dengan pria impian saya?
PENGARANG :LAURA DAY
PENERJEMAH :RATIS RAMELAN
PENERBIT :PT.SERAMBI ILMU SEMESTA
TEBAL :333 HALAMAN
CERAKAN I : APRIL 2006
Intuisi merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil seperti kemampuan berbahasa dan berpikir. Intuisi bukan kekuatan yang diperoleh seseorang, melainkan bagian integral dari setiap proses mental, emosional dan fisik manusia.
Intuitif secara sederhana berarti insting, dimana seseorang secara sadar menggunakan intuisinya dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerjanya. Intuisi dapat digunakan dengan cara-cara yang sangat praktis, untuk menyatakan informasi yang tepat, dapat diraba dan dipercaya.
Fungsi intuisi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bisa mengungkapkan kebenaran sesuai dengan pertanyaan yang telah dirumuskan oleh jiwa dan hati. Sesungguhnya hanya diri sendirilah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan besar dalam kehidupan.
Setiap orang sudah bersifat intuitif, bahkan sudah mengakses indra keenam secara tidak sadar sepanjang waktu. Hanya saja tidak disadarinya atau tidak mengenalinya. Setiap orang menerima informasi secara intuitif, kemudian menggunakan intuisi dalam setiap keputusan-keputusan praktis kehidupannya. Kiat menggunakan intuisi dengan lebih efektif adalah “ membawa” data-data dari alam bawah sadar untuk ditafsirkan oleh alam sadar. Intuisi berbicara dalam bahasa symbol dan potongan-potongan gambar. Jarang sekali intuisi berbicara dengan kalimat lengkap. Terkadang intuisi tertutupi oleh pengetahuan dan logika.
Untuk dapat menggunakannnya, intuisi harus dilatih dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan, namun kita harus berhati-hati dengan pertanyaan yang hendak diajukan pada intuisi, karena intuisi akan menjawabnya. Pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan dengan benar merupakan pertanyaan yang sudah terjawab separuhnya.
Tiga syarat pertanyaan yang bagus untuk diajukan pada intuisi:
1. pertanyaan harus spesifik dan tidak ambigu sehingga memunculkan jawaban yang tepat. Misalnya : apakah saya akan menikah pada tanggal 10 Oktober 2010 ?
2. pertanyaan harus sederhana, tidak majemuk. Misalnya : apakah saya sudah mengenal pria impian saya?
3. pertanyaan harus relevan secara langsung pada isu yang ingin diketahui. Misalnya : kapan saya akan bertemu dengan pria impian saya?
Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah? Cara Praktis Membina Hubungan Yang Lebih Harmonis
Judul : Siapa Bilang Membina Hubugan Baik itu Susah? Cara Praktis Membina Hubungan Yang Lebih Harmonis.
Penulis : Walneg S.Jas
Penerbit : PT Raja Grafindo Persada
Cetakan : satu tahun 2009
Tebal : X + 188 halaman
Pola hubungan baik di kalangan manusia adalah interaksi individual antara satu orang dengan orang lain. Oleh karena itu diperlukan wawasan dan keterampilan dalam membina hubungan dalam upaya menciptakan hubungan yang harmonis. Buku Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah?Cara Praktis Membina Hubungan Baik yang Lebih Harmonis ini disusun sebagai salah satu bahan rujukan dalam menjalani hubungan antar individu serta memperluas wawasan pembaca dalam pergaulan.
Buku yang ditulis oleh Walneg S.Jas ini menyajikan realita kehidupan dan romantika hubungan antar individu yang semakin sarat dengan kefrustasian. Hal ini sesuai, jika dikaitkan dengan latar belakang Walneg S.Jos yang memiliki minat besar dalam hal menulis, memberi motivasi dan training. Meski Walneg S.Jos seorang sarjana dari jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Walneg S.Jos yang merupakan salah seorang pekerja di PT Bank Internasional Indonesia (BII) sebagai Vice President, National Card Sales Head pada Group Unsecured Lending Busines, ini juga pernah mengalami 14 tahun mengabdi secara professional di dunia penjualan dan pemasaran yang dimulai sebagai Management Trainer sampai menjadi Regional Manager di PT Frisian Flag Indonesia (divisi Distribusi PT Tesori Mulia, kemudian berkarier di PT Nutricia Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai National Sales Operasional Operational Manager, dan sebagai Sales Manager di PT Wigo Distribusi Farmasi Zuellig Pharma Group ( saat ini PT Anugrah Pharmindo Lestari).
Selain buku yang berjudul Siapa Bilang Menjalin Hubunga Baik itu Susah?Cara Praktis Menuju Hubungayang lebih harmonis ini, Walneg S. Jos pun pernah meluncurkan buku Salesmanship yang berjudul Petualangan Sukses Seorang Salesman, Merencanakan Sukses, Merentas Bahagia yang diterbitkan oleh PT Raja Grafindo Persada.
Buku yang ber-genre nonfiksi motivasi ini terdiri dari 5 bagian. Pada bagian 1 buku ini yang merupakan pendahuluan, membahas tentang Kenapa Banyak Orang Gagal dalam Berhubungan Baik . Pada bagian ini, Walneg S.Jos membahas tentang sekelompok orang yang tidak pernah berpikir (CUEK: menurut istilah Walneg) pola berhubungannnya memberikan dampak negative atau tidak disenangi oleh orang lain, karena dia (orang tersebut) tidak pernah mengafresiasi orang lain yang selalu mencoba untuk berinteraksi positif denganya. Sehingga orang tersebut mengalami strees berat karena tidak menemukan cara yang paling tepat untuk menjaga hubungan dan bersikap terhadap orang lain yang diharapkannya bias membina hubungan baik dengannnya. Tak hanya sekedar uraian teori cara membangun hubungan social antar individu, pada bagian ini juga Walneg S.Jos memberikan sekelumit ilustrasi dan contoh kejadian yang menggambarkan betapa hubungan baik itu faktanya adalah sebagai barang langka bagi sebagian orang, dan praktik berhubungan yang harmonis, baik, dan bersinergi semakin tereduksi oleh pola hubungan yang tidak sehat bahkan destruktif..
Memasuki bagian 2, buku yang ber-ISBN 978-979-18190-5-3 ini membahas tentang alternativ Lima Prinsip sederhana yang harus dianut dalam membangun hubungan baik, disajikan dalam bahasa yang gambling, cenderung menggunakan bahasa keseharian, sehingga mudah dimengerti, lebih mudah dipahami karena disertai dengan contoh-contoh praktis yang disajikan pria kelahiran Koto Gadang, Maninjau, Sumatra Barat ini berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan historisnya. Lima Prinsip Membina Hubungan Baik itu adalah : Asumsi dasar bahwa semua orang adalah baik, perbedaan adalah niscaya, memberikan respek sebelum menerima respek, hubungan ayng berorientasi saling membutuhkan, kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Pada bagian ke3, buku yang memilik cover kuning ini, membahas tentang pemahaman dan penguasaan prinsip berhubungan baik, dalam wujud tindakan nyata pada praktik sehari-hari, sebagai tindak lanjut dari pemahaman dan penguasaan Lima Prinsip yang telah dibahas pada bagian ke2, yang diimplementasikan melalui Delapan Mantra Kiat Sukses dalam menjalani hubungan baik yang efektif. Pada bagian ke3 suami dari Nunti ini menuntun pembaca secara sistematis dalam memulai sebuah hubungan, menjalani hubungan tersebut, sampai kepada evaluasi efektivitas hubungan yang sudah dilalui.
Di bagian 4 buku yang diterbitkan PT Raja Grafindo Persada ini, ayah dari Rani, Amira, dan Hakim ini menyajikan tips sederhana kiat-kiat mempraktikan hubungan baik. Tips sederhana ini merupakan lanjutan dari setiap “mantra” yang terkandung pada bagian ke3 sebelumnya, sehingga layak disimak dan dijadikan bahan renungan dan perbandingan yang sangat bermanfaat.
Memasuki bagian ke5, yang merupakan bagian akhir dari buku setebal 187 halaman ini. Walneg S.Jos menghadirkan sebuah kuis sederhana yang dapat dijadikan indicator dalam mengukur kadar hubungan baik. Kuis sederhana ini dapat menjadi titik awal dalam mengevaluasi dan merencanakan perbaikan untuk sebuah hubungan.
Buku yang edisi pertamanya terbit pada tahun 2009 ini, membahas tentang seni bergaul dengan sangat teoritis namun apik. Dalam menjelaskan materi Walneg S.Jos tidak terkesan menggurui melainkan membuka wawasan pembaca. Hal itu terlihat dari gaya bahasa yang digunakan serta penulisan yang santai dan tidak terlalu berat, serta menggunakan kata-kata yang sederhana bahkan cenderung menggunakan bahasa sehari-hari.
Buku Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah? Cara Praktik Membina Hubungan yang lebih Harmonis ini memiliki keunggulan yaitu tidak hanya ditujukan pada satu generasi atau satu kalangan saja, tetapi dapat digunakan oleh remaja, orangtua,akademisi, professional, dan khalayak umum yang ingin menambah wawasan dalam hal mebina hubungan baik yang lebih harmonis.
Kekurangan yang perlu diperhatikan pada buku ini adalah pemilihan judul yang terlampau panjang berupa kalimat tanya ( Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah?) dan kalimat pernyataan ( Cara Praktis Membina Hubungan yang Labih Harmonis), sehingga terkesan berat. Selain itu terdapat beberapa kalimat ambigu yang memerlukan ketelitian tambahan pada saat memaknai kalimat ambigu tersebut. Misalnya kalimat yang menjadi judul pada bagian ke1 : Kenapa Banyak Orang Gagal dalam Berhubungan Baik?. Pemilihan diksi yang terdapat dalam kalimat ini menimbulkan makna ambigu , terutama pada frase orang gagal. Ambiguitas terjadi pada pemahaman, apakah orang tersebut “gagal” dalam kahidupannya misalnya karier, studi, sehigga dia tidak bias menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain, atau memang dia(orang tersebut), hanya gagal dalam membina hubungan baik. Kasus serupa terlihat pada kalimat yang yang terdapat pada halaman 27 :”Kenapa banyak orang sulit dalam berhubungan baik”
Penjelasan di atas menyimpulkan buku Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah? Cara Praktis Membina Hubungan yang Lebih Harmonis. Ini sebenarnya sudah layak untuk dikonsumsi pembaca , hanya saja masih terdapat kekurangan yang perlu diperhatikan agat dapat diterbitkan buku yang lebih sempurna pada edisi revisi mantinya.
Dengan adanya buku Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah? Cara Praktis Membina Hubungan yang Lebih Harmonis. Pembaca dapat mneningkatkan dan mengembangkan seni bergaul, sehingga mampu membina hubungan yang harmonis dengan setiap orang dari berbagai kalangan dan dalam berbagai kesempatan.
"Buku ini menyatakan logika sederhana dari kebahagiaan. Berusahalah meraih bahagia, bukan merebutnya atau mengangankannya saja. Caranya adalah dengan memperlakukan orang lain seperti Anda berharap ingin diperlakukan, melalui implementasi 5 Prinsip Utama & 8 Mantra membina hubungan baik.
Penulis : Walneg S.Jas
Penerbit : PT Raja Grafindo Persada
Cetakan : satu tahun 2009
Tebal : X + 188 halaman
Pola hubungan baik di kalangan manusia adalah interaksi individual antara satu orang dengan orang lain. Oleh karena itu diperlukan wawasan dan keterampilan dalam membina hubungan dalam upaya menciptakan hubungan yang harmonis. Buku Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah?Cara Praktis Membina Hubungan Baik yang Lebih Harmonis ini disusun sebagai salah satu bahan rujukan dalam menjalani hubungan antar individu serta memperluas wawasan pembaca dalam pergaulan.
Buku yang ditulis oleh Walneg S.Jas ini menyajikan realita kehidupan dan romantika hubungan antar individu yang semakin sarat dengan kefrustasian. Hal ini sesuai, jika dikaitkan dengan latar belakang Walneg S.Jos yang memiliki minat besar dalam hal menulis, memberi motivasi dan training. Meski Walneg S.Jos seorang sarjana dari jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Walneg S.Jos yang merupakan salah seorang pekerja di PT Bank Internasional Indonesia (BII) sebagai Vice President, National Card Sales Head pada Group Unsecured Lending Busines, ini juga pernah mengalami 14 tahun mengabdi secara professional di dunia penjualan dan pemasaran yang dimulai sebagai Management Trainer sampai menjadi Regional Manager di PT Frisian Flag Indonesia (divisi Distribusi PT Tesori Mulia, kemudian berkarier di PT Nutricia Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai National Sales Operasional Operational Manager, dan sebagai Sales Manager di PT Wigo Distribusi Farmasi Zuellig Pharma Group ( saat ini PT Anugrah Pharmindo Lestari).
Selain buku yang berjudul Siapa Bilang Menjalin Hubunga Baik itu Susah?Cara Praktis Menuju Hubungayang lebih harmonis ini, Walneg S. Jos pun pernah meluncurkan buku Salesmanship yang berjudul Petualangan Sukses Seorang Salesman, Merencanakan Sukses, Merentas Bahagia yang diterbitkan oleh PT Raja Grafindo Persada.
Buku yang ber-genre nonfiksi motivasi ini terdiri dari 5 bagian. Pada bagian 1 buku ini yang merupakan pendahuluan, membahas tentang Kenapa Banyak Orang Gagal dalam Berhubungan Baik . Pada bagian ini, Walneg S.Jos membahas tentang sekelompok orang yang tidak pernah berpikir (CUEK: menurut istilah Walneg) pola berhubungannnya memberikan dampak negative atau tidak disenangi oleh orang lain, karena dia (orang tersebut) tidak pernah mengafresiasi orang lain yang selalu mencoba untuk berinteraksi positif denganya. Sehingga orang tersebut mengalami strees berat karena tidak menemukan cara yang paling tepat untuk menjaga hubungan dan bersikap terhadap orang lain yang diharapkannya bias membina hubungan baik dengannnya. Tak hanya sekedar uraian teori cara membangun hubungan social antar individu, pada bagian ini juga Walneg S.Jos memberikan sekelumit ilustrasi dan contoh kejadian yang menggambarkan betapa hubungan baik itu faktanya adalah sebagai barang langka bagi sebagian orang, dan praktik berhubungan yang harmonis, baik, dan bersinergi semakin tereduksi oleh pola hubungan yang tidak sehat bahkan destruktif..
Memasuki bagian 2, buku yang ber-ISBN 978-979-18190-5-3 ini membahas tentang alternativ Lima Prinsip sederhana yang harus dianut dalam membangun hubungan baik, disajikan dalam bahasa yang gambling, cenderung menggunakan bahasa keseharian, sehingga mudah dimengerti, lebih mudah dipahami karena disertai dengan contoh-contoh praktis yang disajikan pria kelahiran Koto Gadang, Maninjau, Sumatra Barat ini berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan historisnya. Lima Prinsip Membina Hubungan Baik itu adalah : Asumsi dasar bahwa semua orang adalah baik, perbedaan adalah niscaya, memberikan respek sebelum menerima respek, hubungan ayng berorientasi saling membutuhkan, kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Pada bagian ke3, buku yang memilik cover kuning ini, membahas tentang pemahaman dan penguasaan prinsip berhubungan baik, dalam wujud tindakan nyata pada praktik sehari-hari, sebagai tindak lanjut dari pemahaman dan penguasaan Lima Prinsip yang telah dibahas pada bagian ke2, yang diimplementasikan melalui Delapan Mantra Kiat Sukses dalam menjalani hubungan baik yang efektif. Pada bagian ke3 suami dari Nunti ini menuntun pembaca secara sistematis dalam memulai sebuah hubungan, menjalani hubungan tersebut, sampai kepada evaluasi efektivitas hubungan yang sudah dilalui.
Di bagian 4 buku yang diterbitkan PT Raja Grafindo Persada ini, ayah dari Rani, Amira, dan Hakim ini menyajikan tips sederhana kiat-kiat mempraktikan hubungan baik. Tips sederhana ini merupakan lanjutan dari setiap “mantra” yang terkandung pada bagian ke3 sebelumnya, sehingga layak disimak dan dijadikan bahan renungan dan perbandingan yang sangat bermanfaat.
Memasuki bagian ke5, yang merupakan bagian akhir dari buku setebal 187 halaman ini. Walneg S.Jos menghadirkan sebuah kuis sederhana yang dapat dijadikan indicator dalam mengukur kadar hubungan baik. Kuis sederhana ini dapat menjadi titik awal dalam mengevaluasi dan merencanakan perbaikan untuk sebuah hubungan.
Buku yang edisi pertamanya terbit pada tahun 2009 ini, membahas tentang seni bergaul dengan sangat teoritis namun apik. Dalam menjelaskan materi Walneg S.Jos tidak terkesan menggurui melainkan membuka wawasan pembaca. Hal itu terlihat dari gaya bahasa yang digunakan serta penulisan yang santai dan tidak terlalu berat, serta menggunakan kata-kata yang sederhana bahkan cenderung menggunakan bahasa sehari-hari.
Buku Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah? Cara Praktik Membina Hubungan yang lebih Harmonis ini memiliki keunggulan yaitu tidak hanya ditujukan pada satu generasi atau satu kalangan saja, tetapi dapat digunakan oleh remaja, orangtua,akademisi, professional, dan khalayak umum yang ingin menambah wawasan dalam hal mebina hubungan baik yang lebih harmonis.
Kekurangan yang perlu diperhatikan pada buku ini adalah pemilihan judul yang terlampau panjang berupa kalimat tanya ( Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah?) dan kalimat pernyataan ( Cara Praktis Membina Hubungan yang Labih Harmonis), sehingga terkesan berat. Selain itu terdapat beberapa kalimat ambigu yang memerlukan ketelitian tambahan pada saat memaknai kalimat ambigu tersebut. Misalnya kalimat yang menjadi judul pada bagian ke1 : Kenapa Banyak Orang Gagal dalam Berhubungan Baik?. Pemilihan diksi yang terdapat dalam kalimat ini menimbulkan makna ambigu , terutama pada frase orang gagal. Ambiguitas terjadi pada pemahaman, apakah orang tersebut “gagal” dalam kahidupannya misalnya karier, studi, sehigga dia tidak bias menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain, atau memang dia(orang tersebut), hanya gagal dalam membina hubungan baik. Kasus serupa terlihat pada kalimat yang yang terdapat pada halaman 27 :”Kenapa banyak orang sulit dalam berhubungan baik”
Penjelasan di atas menyimpulkan buku Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah? Cara Praktis Membina Hubungan yang Lebih Harmonis. Ini sebenarnya sudah layak untuk dikonsumsi pembaca , hanya saja masih terdapat kekurangan yang perlu diperhatikan agat dapat diterbitkan buku yang lebih sempurna pada edisi revisi mantinya.
Dengan adanya buku Siapa Bilang Membina Hubungan Baik itu Susah? Cara Praktis Membina Hubungan yang Lebih Harmonis. Pembaca dapat mneningkatkan dan mengembangkan seni bergaul, sehingga mampu membina hubungan yang harmonis dengan setiap orang dari berbagai kalangan dan dalam berbagai kesempatan.
"Buku ini menyatakan logika sederhana dari kebahagiaan. Berusahalah meraih bahagia, bukan merebutnya atau mengangankannya saja. Caranya adalah dengan memperlakukan orang lain seperti Anda berharap ingin diperlakukan, melalui implementasi 5 Prinsip Utama & 8 Mantra membina hubungan baik.
Langganan:
Postingan (Atom)