Rabu, 25 Maret 2009

Ulangan Harian Bahasa Indonesia Kelas X Semester Genap

ULANGAN HARIAN SEMESTER GENAP
TAHUN AJARAN 2008-2009

Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Kelas : X/
Nama :
I. Bacalah teks dengan seksama!
Gejala flu burung pada dasarnya sama dengan gejala flu yang biasa menyerang manusia. Hanya saja, gejala flu burung cenderung lebih sering dan cepat menjadi parah dibanding flu biasa. “Gejala dapat bervariasi, tidak harus semua gejala ada, bisa berbeda dari orang ke orang,” tegas dr. Tjandra. Masa inkubasi, antara mulai tertular dan timbulnya gejala penyakit, menurut WHO, adalah sekitar tiga hingga tujuh hari.
“Gejala yang ada, berkisar pada demam yang semakin lama semakin tinggi, dapat mencapai 39 derajat Celcius, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri sendi, tidak mempunyai nafsu makan, sampai infeksi selaput mata. Bila keadaan makin memburuk, dapat terjadi severe respiratory distress, yang ditandai dengan sesak napas hebat, kadar oksigen darah yang rendah, serta peningkatan kadar karbondioksida,” jelas dr. Tjandra kepada penduduk desa.

1. Bagaimana gejala flu burung berdasarkan isi paragraf tersebut?
a. Gejala flu burung sama dengan gejala flu yang biasa menyerang manusia yaitu ditandai dengan demam yang semakin lama semakin lama semakin tinggi.
b. Gejala flu burung cenderung lebih sering dan cepat menjadi parah dibanding flu biasa dan dapat bervariasi (berbeda-beda) pada setiap orang.
c. Gejala penyakit flu burung memiliki masa inkubasi mulai tertular dan timbulnya gejala penyakit sekitar tiga hingga tujuh hari.
d. Gejala flu burung ditandai dengan demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, tidak mempunyai nafsu makan, infeksi selaput mata.
e. Gejala flu burung yang semakin memburuk ditandai dengan sesak napas hebat, kadar oksigen darah rendah, dan kadar karbondioksida tinggi.

2. Gagasan utama paragraf pertama adalah ….
a. gejala flu burung pada manusia b. gejala flu burung dan flu biasa
c. gejala flu yang biasa menular d. gejala flu burung bervariasi
e. masa inkubasi flu burung

3. Fakta yang terdapat dalam paragraf yang tersaji adalah …
a. Gejala flu burung cepat menjadi parah.
b. Gejala flu burung sama dengan flu biasa.
c. Masa inkubasi flu burung menurut WHO 3 – 7 hari.
d. Dokter Tjandra menjelaskan gejala flu burung kepada penduduk desa.
e. Gejala flu burung yang menyerang manusia menurut dr. Tjandra tidak sama.

4. Cermati paragraf berikut!
Virus flu burung sebetulnya bukan makhluk baru. Virus ini muncul pertama kali muncul di Hongkong pada tahun 1997. saat itu delapan belas orang terjangkit dan enam orang diantaranya tewas. Tak lama terdengar virus ini tiba-tiba muncul lagi di Vientam pada Juli 2003 hingga Januari 2004. Pemerintah Vietnam bertindak dengan cepat dengan membantai delapan juta ayam pengidap virus ini. Akan tetapi terlambat, empat orang terlanjur tewa dan sepuluh diantaranya anak-anak. . .

Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah . . .
a. berhati-hatilah terhadap flu burung jangan sampai terserang virus tersebut.
b. virus flu burung memang sangat berbahaya.
c. peristiwa itu memang sangat memprihatinkan bagi dunia kedokteran.
d. jagalah keluarga Anda dari serangan virus yang sangat berbahaya itu .
e. Waspadai gejala-gejalanya dan segera hubungi dokter yang terdekat.



5. Sudah empat tahun aku pindah dari rumah orang tuaku. Berempat dengan pegawai Garuda lain, aku menempati sebuah kamar sempit di suatu rumah pondokan. Bagian belakang ada empat kamar yang sama. Terdapat pula sebuah ruang persegi panjang yang diisi dengan tiga meja serta kumpulan kursi, tempat anak-anak asrama menerima tamu. Tempat tidur, kasur, lemari, sampai perabot ruang duduk tidak ada yang menunjukkan kehidupan mewah.
Unsur intrinsik yang dominan dalam cuplikan cerita di atas adalah ….
a. Alur b.Latar c.Tema d,Perwatakan e.Sudut pandang

6. Pernyataan yang tidak tepat untuk istilah “indeks” adalah ... .
a. tidak menginformasikan nomor halaman suatu kata dalam uraian
b. indeks ditempatkan di akhir buku
c. indeks disusun berdasarkan abjad
d.indeks berguna untuk memberikan informasi tentang nomor halaman tempat kata/istilah ditulis
e. indeks dapat mempercepat pembaca mencari nomor halaman dalam buku tentang uraian suatu kata/istilah.

7. Berikut ini hal-hal yang tidak harus diperhatikan dalam persiapan melakukan wawancara adalah ...
a. berpakaian seadanya b. mendaftar pertanyaan c. cara berpakaian disesuaikan
d. menghubungi orang yang akan diwawancarai e. berikan kesan baik, dengan datang tepat waktu

8.Tujuan melakukan wawancara adalah untuk memperoleh hal-hal berikut, kecuali ... .
a. bahan opini b. bahan cerita c. bahan informasi
d. bahan biografi e. bahan pengetahuan

9. Cermatilah kutipan paragraf berikut ini!
Sikap pengusaha yang memandang tenaga kerja sebagai alat produksi semata, dinilai pengamat ekonomi Didik J. Rachbini, sebagai biang kerok persoalan hubungan industri ini. Seharusnya ada titik temu dalam dialog transparan antarburuh, pengusaha, dan pemerintah, soal pencapaian kesejahteraan.
“Jangan rendahkan posisi buruh. Hubungan setara harus ditegakkan dengan mengubah perilaku dan pandangan pemerintah terhadap buruh,” kata Didik dari Indef.
Menurut dia, pengalaman di Korea Selatan memberi pelajaran bahwa cara pandang terhadap hubungan pengusaha dan buruh tidak lagi semata-mata transaksi jual beli tenaga antara satu orang buruh dan pengusaha. “Akan tetapi, antara perusahaan dengan buruh secara kolektif. Gerakan buruh tidak bodoh. Kalau meminta upah di atas produktivitas mereka, itu berarti bunuh diri. Mereka sudah bisa menghitung. Ini harus diperhatikan oleh pengusaha dan pemerintah,” kata Didik.
Ide pokok paragraf pertama kutipan tersebut adalah ... .
a. pengusaha rendahkan posisi buruh
b. titik temu antara buruh, pengusaha, dan pemerintah
c. persoalan industri dipicu oleh sikap pengusaha yang memandang tenaga kerja sebagai alat produksi
d. hubungan pengusaha dan buruh tidak lagi semata-mata transaksi jual beli tenaga antara satu orang buruh dan pengusaha
e. hubungan setara harus ditegakkan dengan mengubah perilaku dan pandangan pemerintah terhadap buruh

10. Pernyataan yang tidak terdapat pada kutipan paragraf soal 9 adalah ...
a. Pengalaman di Korea Selatan memberi pelajaran tentang cara pandang.
b. Hubungan setara harus ditegakkan dengan mengubah perilaku dan pandangan pemerintah terhadap buruh.
c. Persoalan industri dipicu oleh sikap pengusaha yang memandang tenaga kerja sebagai alat produksi.
d. Hubungan pengusaha dan buruh hanya semata-mata transaksi jual beli tenaga antara satu orang buruh dan pengusaha.
e. Harus ada titik temu antara buruh, pengusaha,dan pemerintah.





11. Cermatilah paragraf berikut!
Di dunia ini ada bermacam-macam penyakit yang menyerang manusia. Diantara penyebabnya ialah kuman penyakit. Kuman penyakit ada yang berupa bakteri, virus, parasit dan amuba,. Kuman adalah organisme pembawa penyakit yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Tetapi, hal ini tidak berarti bahwa para ahli belum berhasil mempelajari virus. Sekarang telah ditemukan alat bantu yang digunakan untuk melihat sang kuman. Alat itu adalah mikroskop.
Selain disebabkan kuman, penyakit dapat disebabkan oleh kondisi yang buruk. Kondisi tempat tinggal yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Radiasi nuklir di atmosfer dapat menyebabkan kanker. Polusi udara terutama oleh bahan kimia seperti timah dapat mempengaruhi kesehatan, khususnya pada anak-anak. Berenang di air yang tercemar limbah dapat menyebabkan infeksi serius seperti hepatitis, tipus, dan kolera.
Kalimat pertanyaan yang sesuai dengan isi teks di atas adalah . . . .
a. Alat apa saja yang dapat digunakan untuk melihat kuman?
b.Apa penyebab orang terkena penyakit?
c. Bagaimana para ahli mempelajari virus?
d. Mengapa radiasi nuklir dapat menyebabkan kanker?
e. Bagaimana cara menghindari agar tidak terkena kuman?

12. Di bawah ini yang tidak termasuk sumber-suber informasi, yaitu....
a. pengalaman pribadi b. Berita c. Laporan utama d. Imajinasi e. Wawancara

13. Pewa- : Pak Ali, Bagaimana pendapat Bapak tentang pengangguran yang banyak terjadi sekarang ini?
Pak Ali : Mereka yang menganggur berarti mereka tidak mempunyai pekerjaan apa-apa.Sebenarnya pengangguran menambah berat badan pembangunan dan kadangkadang dapat menimbulkan kriminalitas dan kerawanan politik serta kemiskinan.
Pewa- : Mengapa mereka menganggur?
Pak Ali : Mereka yang menganggur adalah orangorang yang malas, orang-orang yang tidak mempunyai pendidikan yang cukup (putus sekolah) dan tidak memiliki keterampilan apa-apa.
Pewa- : Untuk mengatasi hal itu apa saran Bapak?
Pak Ali : Memperluas lapangan kerja dan yang terpenting adalah membangun sumber daya manusianya melalui wajib belajar 9 tahun, latihan-latihan keterampilan terhadapgenerasi muda.
Ide pokok penggalan wawancara di atas adalah ...
a. Pengangguran itu pekerjaan orang malas.
b. Usaha pembangunan dengan meningkatkan sumber daya manusia.
c. Memperluas lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan.
d. Kenakalan remaja disebabkan oleh pengangguran.
e. Pengangguran menjadi beban pembangunan.

14. Dan kini setelah memasuki masa remaja, perbedaan Rana dan Rani semakin mencolok saja! Rana yang berwajah cantik mempunyai hobi keluyuran dan olah raga otomotif. Adapun Rani yang memiliki wajah biasa-biasa aja jatuh hati pada fashion. Keduanya berjalan beriringan, masing-masing syik berkutat dengan dunia yang mereka geluti. Kecuali mami, yang sering ngerasa gerah akan pribadi Rana daripada Rani.
Perwatakan took Rana dalam penggalan cerpen di atas disampaikan pengarang secara . . . .
a. tidak langsung b.langsung c.sudut pandang orang ketiga
d. secara berputar-putar e. secara terus terang

15. Jam dinding pun tertawa…karena ku hanya diam dan membisu. . .
Ingin kumaki diriku sendiri… yang tak berkutik di depanmu…
` ……………………………………………………………………..
Kata yang tercetar miring pada syair lagu di atas menggunakan majas. . .
a. Personifikasi b. metafora c. perumpamaan d.metonimia d.hiperbola


II.ESSAY
1. Hikayat Panji Semirang
(Cendera Kirana Menyamar Jadi Kelana)
Karena perbuatan salah seorang ibu tirinya Cendera Kirana tidak tahan lagi di Daha dan karena itu ia meninggalkan kota itu dengan ibu tirinya yang lain, Mahadewi, seorang menteri dan dayang-dayang.
Ia berjalan melarikan diri itu dari belakang negeri menurut jalan yang masuk ke hutan rimba belantara dengan tiada merasa lelah dan tiada ingat akan dirinya lagi. Tiada berapa lamanya ia berjalan dengan tiada berhentinya itu, hari pun sianglah. Matahari terbitlah dari celah-celah gunung selaku orang yang memperlihatkan mukanya yang jernih dan terus kepada kekasihnya.
Ayam hutan berkokok-kokok selaku orang yang memberi tahu bahwa hari sudah akan siang; embun turun sangat dinginnya selaku orang memberi nasihat yang merasa masuk di tulang-tulang. Setelah hari sudah siang, Galuh Cendera Kirana melihat perjalanannya telah ada pada sama tengah jalan ke Negeri Kuripan . Ia bersuka cita teramat sangat, lalu berkata, katanya, “Hai Mamanda mentri, sekarang marilah kita berhenti di sini, karena inilah tempat yang hampir pada jalan ke Negeri Kuripan.”
Sembah mamanda menteri itu, “Ya, Tuanku, sungguh benarlah seperti kata Tuanku itu dan mamanda pun telah mengetahui juga jalan ke tempat uanda Sang Ratu itu .”
Maka berhentilah di situ sekaliannya. Lalu diperbuat oranglah sebuah pesanggrahan rumah atau kemah dengan sepertinya menurut perintah Galuh Cendera Kirana.
Setelah sudah selesai semuanya, berkata Galuh Cendera Kirana, “Ya, Mamanda menteri, baiklah Mamanda memperbuat sebuah kota pada tempat ini, karena hamba hendak menjadi raja pada tempat ini.”
Menteri itu bersukacita teramat sangat, tetapi penuh dengan keheranan mendengar perkataan itu, lalu diperbuat orang kota baru di situ, separuh di antara orang-orang itu lalu menebangi pohon-pohonan dan separuh pula menanam pula pohon-pohonan baharu, supaya menjadi bagus; dan tiada berapa lama antaranya berdirilah di situ sebuah kota yang amat indah dan permai. Bangun kota itu amat bagus seperti negeri baharu yang amat indah perbuatannya dan penuh dengan perhiasannya.
Setelah lengkap dan hadir sekaliannya, Galuh Cendera Kirana itu bersukacita teramat sangat dengan tiada terkira-kira riang hatinya sambil tersenyum da tertawa memandang segala keindahan itu. Galuh Cendera Kirana berpikir, “Sekarang negeri sudah jadi dan lengkap dengan sepertinya; baiklah aku menjadi raja dalam negeri ini, akan merampas rakyat Kuripan, jikalau mati pun relalah aku ini.”
Setelah sudah berpikir yang demikian itu, bersuka-sukaanlah makan dan minum dan tiada lama lagi hari pun malamlah. Ia beradulah di sana dengan bersenang hati, bercampur dengan rawan.
Setelah hari sudah pagi dan matahari sudah terbit, sekalian isi negeri itu pun bangunlah, sebab tiada mendengar suara harimau dan pelanduk dan burung di hutan yang berbunyi amat riuh rendah suaranya, karena negeri itu pada kiri kanan berdampingan dengan hutan besar-besar. Cendera Kirana bangunlah dengan bersukacita, lalu pergi mandi de dalam taman, Pusparawan namanya, diiringkan oleh Ken Bayan dan Ken Sanggit; taman Pusparawan itu perbuatannya sendiri dan rupanya amat permai. Setelah sudah mandi itu, kembalilah ia. Sekalian dayang-dayang lalu menghidupi api serta memasak air dan makanan. Setelah sudah santap, Galuh Cendera Kirana itu masuk ke dalam istananya dan lalu bersalin memakai pakaian laki-laki, amat baik parasnya seperti dewa-dewa turun dari keinderaan dengan memakai keris, hingga bertambah cantik dan manis rupanya dengan tiada celanya lagi. Setelah sudah ia memakai pakaian laki-laki itu keluarlah ia lalu pergi ke tempat dayang-dayangnya itu, lalu berbicara dengan Mahadewi sambil tertawa-tawa. Galuh Cendera Kirana berjalan perlahan-lahan, lalu berdirilah pada tempat segala dayang-dayangnya itu. Dayang-dayang dan Mahadewi itu tiada kenal padanya, disangkanya Batara jagat Nata turun dari kayangan; separuh orang yang melihat lalu berdebar-debar hatinya dan hendak menyembah pada Batara Jagat akan meminta murah rezeki dan yang separuh pula hendak meminta azimat dan dayang-dayang hendak meminta supaya awit muda dan supaya Sang Yang Batara Jagat suka menolong kepadanya. Setelah dihampiri oleh sekalian dayang-dayang itu, dilihatnya, yang sedang berdiri dengan bertelekan pinggang dan memegang hulu keris dengan memakai cara laki-laki itu, Cendera Kirana. Dayang-dayang sekalian itu pun bersukacita teramat sangat lalu berkata, katanya, “Pada sangka patik sekalian: Batara Jagat sudah turun: tiada tahu Tuan junjungan patik.”
Mahadewi melihat laku anaknya yang demikian itu bersukacita teramat sangat lalu berkata, katanya, “Pandai sungguh anakku ini menyamarkan diri, ibu sangka Sang Yang Batara.”
Galuh tersenyum dan menundukkan kepalanya sambil berkata, katanya, “Ya Bunda dan Inang pengasuh dan Mamanda menteri sekalian yang hadir pada tempat ini; adapun hamba ini telah menyamarkan diri, karena pada hari ini hamba hendak menukar nama, supaya jangan diketahui bahwa hamba ini seorang perempuan dan memohon kepada Mamanda menteri serta Bunda sekalian akan sudi menyimpan rahasia hamba ini, karena hamba memakai nama seorang laki-laki dan daripada waktu ini harap disebut nama hamba ini Panji Semirang Asmarantaka .”
Setelah Panji Semirang Asmarantaka memakai nama itu, dayang, inang, pengasuh, dan mahadewi pun bersukacita sekaliannya. Menteri dan penggawa keempat laki-laki itu pun disuruhnya kembali. Keempat itu pun kembalilah menuju ke negeri dan disimpannya akan rahasia Panji Semirang itu dengan tiada diberitahu kepada seorang jua pun sebab sangat belas kasihan padanya.
Diceritakan dayang Panji Semirang Asmarantaka yang dua orang, yang bernama Ken Bayan dan ken Sanggit itu, setelah tuannya sudah memakai pakaian laki-laki itu, dari sebab keduanya sangat dikasihinya, lalu diberinya pakaian laki-laki. Setelah sudah memakai pakaian laki-laki itu amat tegap sikapnya dan elok serta cantik rupanya dan baik barang lakunya dengan tiada celanya. Lalu keduanya ditukar namanya: seorang yang bernama Ken Bayan dinamainya Kuda Perwira dan seorang pula yang bernama Ken Sanggit pun disebutnya Kuda Peranca , nama-nama itu setuju dengan orangnya. Setelah sudah, berkatalah Panji Semirang Asmarantaka itu, katanya, “Hai Kuda Perwira dan Kuda Peranca bahwa diri kedua ini akan pahlawanku, kamu patut menjaga pintu kotaku dan rampaslah tiap-tiap orang yang berjalan lalu di situ; jikalau orang Negeri Kuripan hendak pergi ke Daha rampaslah olehmu akan hartanya dan anak bininya dan ambillah segala makanannya; demikian juga segala pakaiannya; demikian juga segala pakaiannya; jikalau ia membawa anak istrinya, jangankan baik parasnya, meski buruk sekalipun rampaslah jua dan bawalah padaku, terlebih pula jika anak dara-dara; tetapi jikalau orang Negeri Gagelang janganlah kamu rampas akan dia, cuma kamu patut tanya namanya dan nama negerinya saja.”
Setelah Anda membaca penggalan “Hikayat Panji Semirang” di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan latar atau setting hikayat tersebut!
2. Jelaskan watak tokoh Cendera Kirana!
3. Jelaskan majas dalam kalimat yang tercetak miring dalam penggalan cerita di atas!
4. Apa yang harus dipersiapkan jika kita akan melakukan wawancara?

2. Bacalah teks hasil wawancara berikut ini!
Ini cerita tentang duyung-duyung cantik putri Radja M. Nasution, pelatih renang yang menelurkan banyak perenang andal. Sebagai perenang terkenal, Elfira Rosa, Maya Masita, Elsa Manora, dan Kevin Rose punya banyak penggemar, kebanyakan kaum pria yang terkadang bertingkah aneh.
Tak aneh bila Radja menjaga dan melatih putri-putrinya secara ketat. Namun Kevin, 19 tahun, tak suka dikekang. Dua tahun lalu, ia memberontak dengan keluar dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) SEA Games dan memilih berkarir sebagai model. Pada 12 April lalu, Kevin memutuskan menikah dengan Adam Glenn Dolly Yayang, penabuh drum kelompok DOT. Apa kata kakak-kakaknya, minus Maya, yang sedang kuliah S-2 di Amerika Serikat, mengenai pilihan dia, juga tentang kehidupan rutin mereka, inilah wawancara mereka dengan Ali Nur Yasin dari TEMPO.
Apa komentar tentang pernikahan Kevin di usia muda?
Elfira: Di keluarga, kami punya keyakinan masing-masing. Kevin sendiri yang memutuskan.
Elsa: Ini menunjukkan Kevin lebih siap dan dewasa ketimbang saya.
Kevin: Kevin sudah siap dan dewasa.
Apa kakak-kakak Kevin tidak marah karena dilangkahi?
Elsa: Enggak apa-apa. Kalau memang rezekinya harus duluan, silakan saja.
Kevin: Yang penting kan ada penanjamnya, sebuah gunting kuku, biar mereka cepat menyusul.
Apa reaksi keluarga ketika Kevin mengundurkan diri dari renang?
Elfira: Saya sendiri menyayangkannya. Dia mengundurkan diri saat Pelatnas SEA Games 1997. Ayah kecewa berat. Untuk masuk Pelatnas kan harus mengikuti seleksi ribuan orang.
Kevin: Awalnya Papa kecewa, juga kakak-kakak. Tapi Kevin merasa apa yang Kevin jalani direnang sudah tidak sepenuh hati. Selain itu, ketika masih kecil, Kevin senang balet, mengenakan pakaian feminin, dan bergaya seperti model.
Apa ada larangan Ayah untuk tidak berpacaran dulu dan lebih mengutamakan prestasi?
Elfira: Tidak. Saya sendiri pernah mengatakan kepada Ayah akan mengundurkan diri pada PON
1991 dan Ayah oke saja.
Elsa: Ayah memang galak. Tapi enggak ada larangan berpacaran. Yang terpenting kami bias menjaga diri.
Kevin: Kevin enggak merasa ditekan oleh Papa. Kevin sudah merasa bosan di dunia renang. Kalau sudah begitu, untuk apa diteruskan?
Suami Anda sekarang ini pacar ke berapa?
Elfira: Ketiga. Karena tuntutan renang berat sekali. Saya hampir tidak punya waktu untuk pacaran. Saya menikah dengan Gerald H.P Item pada 1994 setelah pacaran 6 tahun.
Elsa: Rahasia, dong. Hubungan saya dengan Ricky Subagja (pemain nasional bulu tangkis) serius. Tapi kami masih punya target di olahraga. Mungkin setelah Olimpiade 2000, baru kami pikirkan untuk menikah.
Kevin: Pacar Kevin banyak.
Sumber: Tempo, 20 -26 April 1999
2.1 Setelah membaca hasil wawancara di atas, tulislah ringkasannya!

Jawaban Essay

Tidak ada komentar: